Bekasi I Realitas – Seorang pria berinisial N (50) sempat membuat heboh warga Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi karena dicurigai sebagai penculik anak. N sempat diamankan polisi, namun kemudian dilepas setelah dinyatakan bahwa penculikan itu tak terbukti.
Isu penculikan yang tersebar di media sosial itu bermula dari kesalahpahaman warga. Awalnya seorang warga sempat menduga N hendak menculik anaknya.
“Kemudian ibu dari anak tersebut berteriak, sehingga terjadi pengeroyokan,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Hendri Wijonarko dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).
Sementara Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Erna Ruswing mengatakan pihaknya telah melepaskan N. Polisi juga tidak memproses N karena tidak terbukti melakukan penculikan.
Erna menambahkan, pihaknya juga telah melakukan mediasi. Kedua pihak sepakat untuk berdamai.
“Nggak (diproses hukum), kan sudah dipertemukan, keduanya (pria yang dituduh sebagai penculik dan keluarga korban) saling memaafkan,” kata Erna.
Kemudian, NM keluar rumah untuk mencari pria misterius itu. Namun, tak disangka, pria itu justru kembali ke depan rumah NM.
Menurut Erna, kejadian itu murni kesalah pahaman semata. Tidak ada niat N menculik bocah di situ.
“(Insiden pengeroyokan) salah sangka,” lanjut Erna.
Sementara itu, ditemui di rumahnya, seorang ibu berinisial NM menceritakan awalnya anaknya bermain di depan rumah, sementara dia sedang menyetrika pada Minggu (12/1) pagi itu. Anaknya yang berusia 7 tahun saat itu bercerita bahwa ada pria yang mengajaknya pergi sambil memegang uang.
“Nggak lama anak saya masuk ketakutan, langsung masuk ‘Bunda aku takut, ada yang ngajakin aku, ayo ikut…ayo ikut, sampai bolak-balik mulu orangnya’. Terus duit dipegang bapak-bapak itu ‘Ayo ikut’. Saya nggak lihat (diduga pelaku) tapi dia (anak saya) cerita, sambil ketakutan,” tutur NM kepada detikcom, Senin (13/1/2020).
NM menyebut anaknya tidak mengetahui nominal uang yang ditawari pria itu ke anaknya. Anaknya hanya menyebut duitnya bewarna biru.
Karena curiga, NM lalu berteriak meminta bantuan warga untuk menanyakan maksud pria itu mondar-mandir di sekitar kediamannya. Warga kemudian berdatangan dan mengamankan N. Saat itu N diinterogasi, namun membantah hendak menculik anak NM.
“(N) bilangnya kalau di Polsek, lagi nyarikardus. Pas di sini (rumah) dia bilang macem-macem. Pertama dia bilang lagi nunggu istrinya mau maulid, terus ganti lagi (nunggu) anaknya, terus ganti lagi dagang di pasar. Karena dia nggak jelas, diamanindi RT, terus dibawa ke RW, terus langsung ke Polsek (Bekasi Kota),” katanya.
NM mengaku telah bertemu pria yang dituduh menculik anaknya di Polres Metro Bekasi Kota. Sekali lagi, pria itu tidak mengakui bahwa dirinya hendak menculik anaknya, AN.
Polisi telah mengecek kejadian itu. Dari hasil pemeriksaan, N tidak terbukti melakukan penculikan sehingga akhirnya dilepas polisi.
Video itu tersebar dengan pesan berantai. Namun, dalam pesan berantai itu, disebutkan bahwa pelaku adalah seorang ibu yang membawa karung, bukan pria seperti dalam video yang beredar bersama dengan pesan berantai itu.(Dtc/Red)


