9019 KALI DIBACA

Viral Tawuran Pelajar SMP di Tigaraksa Banten, 1 Tewas Disabet Senjata Tajam

Viral Tawuran Pelajar SMP di Tigaraksa Banten, 1 Tewas Disabet Senjata Tajam
example banner

Tanggerang Selatan I Realitas – Aksi tawuran pelajar dengan menggunakan senjata tajam di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, viral di media sosial, Senin (2/12/2019). Dalam aksi tawuran melibatkan dua SMP berbeda ini, seorang pelajar bernama Oka Pratama, tewas akibat sejumlah luka sabetan di tubuhnya.

Aksi tawuran antara dua kubu pelajar SMP berbeda itu terjadi di kawasan Olek, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis kemarin. Dalam video yang viral terlihat, para pelajar SMP ini juga saling serang menggunakan balok kayu dan bambu. Selain itu, mereka menggunakan senjata tajam seperti celurit dan ikat pinggang yang sudah dimodifikasi.

Akibat aksi tawuran ini, Oka Pratama, pelajar berusia 14 tahun tewas. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Oka Pratama saat ini sudah dimakamkan keluarga di TPU Cirende, Desa Kedongdong

Hingga Senin (2/12/2019) siang, sejumlah keluarga dan kerabat korban terlihat masih mendatangi rumah duka di Desa Kedongdong, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, Banten, untuk mengucapkan belasungkawa.

Kerabat korban mengatakan, aksi tawuran dua kubu pelajar di Tigaraksa dipicu hanya karena saling ejek sekolah di media sosial. Para pelajar ini kemudian janjian untuk melakukan tawuran.

“Pemicunya cuma karena ngejelek-jelekin sekolah. Mereka janjian sama lawannya, banyak yang ikut tawuran waktu itu. Saya udah larang-larang jangan ikut, mendingan kerja,” kata kerabat korban, Abdul Rohman.

Sejumlah pelajar dari 2 SMP berbeda tawuran menggunakan senjata tajam di Tangerang, Banten, Kamis (28/11/2019). (Foto: iNews/Aimar Rani)
Sejumlah pelajar dari 2 SMP berbeda tawuran menggunakan senjata tajam di Tangerang, Banten, Kamis (28/11/2019). 

Keluarga masih sulit meneri kematian korban yang semasa hidup dikenal pendiam dan baik. Selain sekolah, korban juga kerap membantu ekonomi keluarga dengan bekerja di sebuah tempat pencucian motor. “Orangnya baik, dia kerja, dan mau ngasih duit ke mama dan adik-adiknya,” ujar kerabat korban lainnya, Ajuk.

Saat ini keluarga saat ini berharap polisi dapat segera menangkap para pelaku yang tega menghabisi korban dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. “Harapannya biar ketangkap semua, harus diproses hukum sesuai dengan yang berlaku. Hukum seadil-adilnya karena ini urusannya nyawa.,” kata Ajuk.(IN/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS