Bekasi I Realitas – Warga Kampung Pangkalan Bambu, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), digemparkan dengan penemuan mayat pemuda dengan kondisi tergantung di lantai dua rumah kontrakan, Rabu (18/12/2019) malam. Pria bernama Ibnu Hajar (24), itu diduga gantung diri.
Korban tergantung dengan tali sepatu yang diikat di plafon lantai dua rumah temannya. Mayat pemuda itu pertama kali ditemukan oleh pacarnya bernama Novi.
Ketua RT setempat, Agus Salim mengatakan, korban bekerja di salah satu mal di Kota Bekasi sebagai office boy (OB). Penemuan mayat itu berawal saat pacar korban Novi datang berkunjung ke rumah kontrakan korban.
Karena pintu terkunci di dalam dan korban tidak bisa dihubungi, Novi meminta tolong kepada anak pemilik rumah bernama Anton untuk membuka pintu. Namun sebelum pintu dibuka, Novi dan Anton mencoba mengintip dari luar. Novi pun kaget melihat korban tergantung. Karena panik, Novi dan Anton mendobrak pintu.
“Ternyata memang korban sudah meninggal dunia, gantung diri. Mereka lalu menggunting tali sepatu yang dipakai untuk gantung diri itu dan korban langsung jatuh,” kata Agus, Rabu malam.
Pemilik rumah, Edo mengatakan, korban selama ini dikenal baik dan sehari-hari terlihat normal. Namun, dari cerita pacar korban, Ibnu Hajar sedang menghadapi masalah keluarga. Diduga, itu membuat korban nekat bunuh diri.
“Tdak ada tanda-tanda luka tadi di tubuhnya, murni gantung diri. Mungkin karena dia punya banyak masalah keluarga,” kata Edo.
Sementara itu, petugas Identifikasi Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kesulitan mengevakuasi jasad korban lantaran lokasi dan tangga di rumah itu sangat kecil.
Kasus ini masih ditangani Polsek Bekasi Selatan dan Polres Metro Bekasi Kota. Hasil pemeriksaan sementara, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Polisi selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke ruang jenazah RSUD Kota Bekasi. Untuk keperluan penyelidikan, jenazah korban akan divisum.(IN/Red)

