10819 KALI DIBACA

Pria di Makassar Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap dan Dianiaya Polisi

Pria di Makassar Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap dan Dianiaya Polisi
example banner

Makassar I Realitas – Salman (21), pemuda yang tinggal di area Pasar Kalimbu, Makassar, Sulsel, diduga menjadi korban salah tangkap enam orang anggota polisi di Makassar. Salman juga mengaku dianiaya polisi hingga mengalami pendarahan di bagian vitalnya.

“Saya dituduh mencuri HP (handphone), padahal itu saya tidak melakukan,” ujar Salman, saat ditemui detikcom terbaring lemah di rumahnya, Jumat (29/11/2019). 

Salman menceritakan, ia sedang berjalan di lorong dekat rumahnya, Minggu (13/10/2019) dan tiba-tiba dihampiri oknum polisi. Korban mengaku sempat diperlihatkan foto rekannya yang bernama Sandi

“Dia (polisi) tanya kau tahu ini (diperlihatkan foto Sandi), saya bilang ‘iya Pak, satu kamar (tahanan) ku dulu di Sekta 6 (Polsek Bontoala),” ujar korban. 

Korban mengaku, sempat dibawa Keliling sebelum dibawa ke Mapolsek Rappocini, Jl Sultan Alauddin Makassar. Korban mengaku kembali dianiaya hingga tidak sadarkan diri. 

“Saya diseret, ditarik rambutku, distrongma, sama diinfuska, distrongmi (disetrum kemaluan saya), ditendang dadaku, sudah itu pingsanma,” ujar korban. 

Sementara ibu korban, Asma baru mengetahui anaknya ditangkap saat ditelepon oleh polisi. Asma kemudian menjemput korban pada Selasa (22/10). 

“Saya antar ke dokter anak saya di Taman Macang, langsung disuruh bawa (dirujuk) ke (rumah sakit) Bhayangkara. 4hari dulu Pak (dirawat di rumah sakit), saya bayar Rp 3,8 juta,” kata Asma. 

Korban, kata Asma sempat keluar masuk RS Bhayangkara, Makassar, lantaran kerap kehabisan biaya. Asma juga mengaku telah melaporkan kasus penganiayaan anaknya ke Propam Polrestabes Makassar. 

Sementara, Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono yang dimintai konfirmasi terpisah justru mengaku baru mendengar laporan dugaan salah tangkap oknum anggotanya tersebut saat dihubungi wartawan. 

“Belum, belum, saya belum dapat laporan. Saya cek dulu ya,” jawab Yudhiawan saat dikonfirmasi terpisah.(Dtc/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS