Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai)Menggelar Rapat Koordinasi Terkait Penanggulangan Wabah Hog Cholera

oleh -153.759 views

Serdang Bedagai I Realitas – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai)Menggelar Rapat Koordinasi Terkait Penanggulangan Wabah Hog Cholera, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan wabah hog cholera di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Serdang Bedagai, Sei Rampah, Rabu (13/11/2019).

Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Serdang Bedagai H M Faisal Hasrimy, AP MAP dalam sambutannya mengatakan bahwa.

virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati di Sumatera Utara (Sumut).

Bupati menyebutkan bahwa menurut Dinas Ketahanan Pangan Serdang Bedagai, saat ini Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu daerah yang terkena dampak cukup serius, ditandai dengan sekitar 894 ekor ternak babi yang mati di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebing Tinggi.

Ditambahkan Bupati, masalahnya bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari Benua Afrika ini, namun juga perilaku tak bertanggung jawab dari sejumlah besar peternak yang membuang sembarangan bangkai babi di sungai. Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai.

BACA JUGA :  Sembilan Bulan Mengambang, Kasus Dugaan Pelanggaran Syariat Islam di Aceh Timur Belum Ada Kejelasan : Kuasa Hukum Mawardi Minta Kedua pelaku Segera di Tahan

“Oleh karena itu semestinya kita sebagai aparatur pemerintah supaya lebih tanggap dan responsif untuk melakukan penanggulangan wabah hog cholera ini secara komprehensif.

Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumatera Utara,” ungkap Sekda saat membacakan sambutan Bupati dalam rapat, Rabu (13/11/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Serdang Bedagai Panisean Tambunan, S.Sos dalam laporannya mengatakan pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Bedagai di Dusun I Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin pada Senin, 11 November lalu.

“Dinas juga telah memeriksakan air sungai tersebut ke Laboratorium Mutu Agung Lestari Medan serta akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja,” ujar dia.

Di pihak lain, Kadis Ketahanan Pangan Serdang Bedagai M Aliuddin, SP, MP menyatakan bila menurut data yang dimiliki Serdang Bedagai, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 Kecamatan di Serdang Bedagai mencapai 31.626 ekor.

BACA JUGA :  Sat Reskrim Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Granit RS Regional, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

“Dari data di atas, kematian ternak babi yang terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam 5 kecamatan di 9 desa,” katanya.

Sebagai langkah tindakan cepat, Aliuddin mengatakan Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serdang Bedagai serta posko di setiap kecamatan.

“Kami berharap kepada Camat dan Kepala Desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami,” imbau Aliuddin.

Untuk diketahui, rapat ini dihadiri oleh Kepala Balai Veteriner Medan drh. Agustia, MP, Direktur Kesehatan Hewan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian drh.

Arif Wicaksono, Asisten Ekbangsos Serdang Bedagai Ir. Kaharuddin, Kadis Kominfo Serdang Bedagai Drs. H. Akmal, AP, MSi, jajaran Kepala OPD, dan unsur Muspika Serdang Bedagai. (J.Irwansyah/Yudi)