12619 KALI DIBACA

Nge-vape Ganja, WN Jerman Diadili di Bali

Nge-vape Ganja, WN Jerman Diadili di Bali
example banner

Denpasar I Realitas – Warga negara (WN) Jerman Davids Ludwig (51) diadili terkait kasus narkotika di Bali. Ludwig terbukti menyimpan vape dengan cairan ganja.

“Terdakwa Ludwig tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman berupa satu botol plastik cairan vape warga coklat yang mengandung sediaan ganja seberat 37,89 gram, 1 botol vape pada ujungnya terdapat cairan vape warga coklat mengandung sediaan ganja seberat 0,21 gram netto,” kata jaksa penuntut umum Ni Komang Swastini saat membacakan dakwaan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Selasa (12/11/2019).

Kasus itu terungkap saat terdakwa Ludwig ditangkap polisi pada Selasa (13/8) di Wisata Beach Inn Villa, Legian, Badung. Saat digeledah di badan maupun di kamar terdakwa polisi menemukan 1 botol cairan vape mengandung sediaan ganja, 1 botol vape pada ujungnya terdapat cairan yang mengandung sediaan ganja, dan 4 botol cairan vape botol kosong bekas cairan vape yang ditemukan di dalam almari pakaian terdakwa.

“Bahwa terdakwa mengaku atas cairan warna coklat mengandung sediaan ganja tersebut adalah milik terdakwa yang sebelumnya didapatkan terdakwa dengan cara membeli di Jerman sebanyak 1 botol (5ml) dengan tujuan untuk digunakan sendiri dan setelah sampai di Bali cairan tersebut dicampur dengan cairan vape (rokok elektrik) dengan maksud digunakan sendiri oleh terdakwa, dan terdakwa tidak memiliki izin untuk memiliki narkotika jenis ganja ataupun narkotika jenis lainnya dari pihak yang berwenang,” jelas Swastini.

Dari hasil penimbangan terhadap cairan coklat tersebut 1 botol plastik cairan warna coklat mengandung ganja seberat 37,89 gram netto, dan 1 botol vape yang ujungnya terdapat cairan warna coklat mengandung ganja seberat 0,21 gram netto.

Atas perbuatannya Ludwig dijerat dengan pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, atau pasal 115 UU ayat (1) RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, atau pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.(Dtc/Red

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS