Kontraktor Pengadaan Itik Rp 8,8 M Ternyata Adik Ipar Kandung Bupati Agara “Diduga CV. Beru Dinam Mark-Up Harga Bebek Di Agara

oleh -869.759 views

Kutacane I Realitas – Kontraktor Pengadaan Itik Rp 8,8 M Ternyata Adik Ipar Kandung Bupati Agara “Diduga CV. Beru Dinam Mark-Up Harga Bebek Di Agara, Proyek pengadaan bebek betina dan bebek jantan tahun 2019 pada di Dinas Pertanian Kabupaten Aceh diduga sarat dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Pada web Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Aceh Tenggara, proyek yang dikerjakan CV. Beru Dinam tercatat memiliki pagu anggaran sebesar Rp 8,8 milyar. Namun dalam pelaksanaannya bebek-bebek tersebut diduga tidak sesuai spek serta diduga terjadi mark-up harga.

BACA JUGA :  Sembilan Bulan Mengambang, Kasus Dugaan Pelanggaran Syariat Islam di Aceh Timur Belum Ada Kejelasan : Kuasa Hukum Mawardi Minta Kedua pelaku Segera di Tahan

Terkait hal itu ketua Lsm gerakan anti korupsi alas gerasi (GAKAG) Arafik Beruh Shi kepada media realitas pada Rabu (13/11/2019) mengaku, proyek pengadaan bebek tersebut telah terjadi kecurangan, serta diduga kuat telah terjadi mark- up harga secara besar-besaran, Maklum ” Karena kontraktornya adik impar Bupati Raidin Pinim.

“CV Beru Dinam berhasil menang paket proyek ini karena orang dekat Bupati Agara, karena pada tahun 2018 yang lalu, CV. Beru Dinam juga merupakan pemenang proyek pengadaan bebek, ” ada apa dengan CV.Beru Dinam.

Namun dalam hal ini juga sangat disayangkan, realisasinya bebek itu bukan bebek induk, akan tetapi bebek yang umurnya 4-5 bulan, dapat disimpulkan, bahwa bebek itu merupakan anak bebek, bukan induk bebek.

BACA JUGA :  Sat Reskrim Polres Langsa Ungkap Dugaan Pencurian Granit RS Regional, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

Pinta Arafik, kami minta kepada pihak penegak hukum agar segera mengusut tuntas masalah ini. Sebab pengadaan bebek tahun anggaran 2018 juga demikian, diduga telah terjadi mark-up harga dan tidak sesuai dengan spesifikasi. “Kami minta tipikor Polda dan KPK turun periksa tuturnya.

Sementara itu panitia pelaksana teknis kegiatan (PPTK) belum bisa dikonfirmasi, sehingga berita ini diturunkan belum bisa memberikan keterangan (Sumardi/Yudi)