9419 KALI DIBACA

Minyak Goreng Curah akan Dilarang Tahun Depan

Minyak Goreng Curah akan Dilarang Tahun Depan
example banner

Jakarta I Realitas – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melarang minyak goreng curah mulai 1 Januari 2020.

Kementerian Perdagangan membuat kebijakan untuk melarang produksi dan penjualan minyak goreng curah per 1 Januari 2020.

Dengan adanya aturan ini, yang boleh dijual nantinya hanya minyak goreng kemasan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, keputusan ini diambil setelah industri minyak goreng siap menerapkan aturan yang dibuat pemerintah tersebut.

“Setelah pengunduran beberapa waktu bersama para industri minyak goreng, kita sepakati per tanggal 1 Januari 2020 seluruh produsen wajib menjual atau memproduksi minyak goreng dalam kemasan,” ujarnya di Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pun menjelaskan alasan pemerintah melarang peredaran minyak goreng curah. Pertama tidak memiliki jaminan kesehatan.

Pengemasan minyak curah juga tidak terjamin. Bisa saja bahan minyak goreng merupakan campuran dari bahan minyak yang berbahaya, seperti minyak goreng bekas.

“Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Dia cukup banyak dicampur atau bahkan minyak goreng bekas itu dijual atau hanya diolah diputar saja beberapa kali dan itu menjadi industri yang menurut kami dari sisi kesehatan itu berbahaya bagi masyarakat. Bekas, bahkan ambil dari selokan sebagainya,” kata Enggar saat ditemui di Lapangan Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Enggar juga menyebut tidak jarang harga minyak curah dijual lebih mahal dari minyak kemasan.

Untuk itu, Menteri Perdagangan menetapkan seluruh penjualan minyak goreng wajib dalam bentuk kemasan.

Enggar menghimbau kepada seluruh pabrik untuk tidak lagi mensuplai minyak goreng dalam bentuk curah.

Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengonsumsi minyak goreng dalam kemasan curah.

“Kalau pabrik-pabrik ini tidak mensuplai lagi, maka semua tahu bahwa minyak goreng yang dijual dalam curah itu adalah minyak yang tidak sehat, minyak bekas, minyak yang tidak ada jaminan halalnya,” tutup Enggar. (PNG/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS