15819 KALI DIBACA

Pesta Miras Remaja Karang Taruna di Malang, 3 Tewas dan 9 Kritis

Pesta Miras Remaja Karang Taruna di Malang, 3 Tewas dan 9 Kritis
example banner

MALANG I Realitas  – Pesta minuman keras (miras) oplosan jenis arak berakhir petaka di Kota Malang, Jawa Timur. Sedikitnya tiga orang tewas dan sembilan lainnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Syaiful Anwar.

Informasi yang dirangkum iNews, identitas ketiga korban yakni Agus, Afarizal dan Warnu, warga Jalan Simpang Candi Panggung, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Sementara sembilan lainnya yakni Wahyu, Cipto, Agung, Nanda, Ajor, Bejo, Seva dan Kiki kritis mendapat penanganan di RS. Mereka rata-rata mengeluh sakit dada, sesak napas hingga mengalami kebutaan mata.

Awal peristiwa ini terjadi saat sekitar 12-13 remaja Karang Taruna Mojolangu menenggak miras oplosan pada Sabtu (14/9/2019) hingga Minggu (15/9/2019). Setelahnya, mereka semua merasakan gejala lemas dan sesak napas. Agul lebih dahulu berpulang menghadap Yang Maha Kuasa pada Senin (16/9/2019). Sementara Afarizal dan Wanu dinyatakan meninggal pada Selasa (17/9/2019) dan langsung dimakamkan.

“Kalau untuk kondisi terakhir almarhum itu ranah keluarga yang harus menyampaikan. Namun memang ada tiga korban warga kami yang meninggal. Mereka yang jadi korban ini semua masih remaja anggota Karang Taruna,” ujar Ketua RT setempat Sugeng, Selasa (17/9/2019).

Para korban merupakan panitia ruwatan bersih desa. Di lokasi kejadian tidak ditemukan sisa minuman karena setelah pesta miras, mereka membersihkan lokasi untuk digunakan acara ruwatan dalam rangka bersih desa. Para korban lainnya kini sedang mendapat penanganan di RS.

“Jadi almarhum ini lemas badannya dan hanya tidur saja. Ketahuannya nanti pas dipanggil makan, saat dibangunan ternyata sudah gak ada. Tapi coba dibawa ke rumah sakit dan baru dinyatakan meninggal,” katanya.

Ketua DPRD Kota Malang Made Rian yang datang ke lokasi meminta agar kasus ini segera diselidiki. Selain itu juga menangkap penjual dan miras oplosan tersebut.

“Ini harus diberikan sanksi berat untuk yang memproduksinya. Usaha ini hasilnya besar, tapi efeknya ke masyarakat sangat buruk. Saya harap kejadian seperti ini jadi yang terakhir,” kata Made Rian.

Kasus miras oplosan yang merenggut tiga nyawa dan menyebabkan 9 remaja lainnya dirawat ini sudah ditangani polisi. Warga berharap penjual dan produsen miras oplosan tersebut ditangkap.(IN/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS