30219 KALI DIBACA

Mahasiswi Polisikan Pejabat Aceh Jaya, Terkait Kasus Pelecehan Seksual

Mahasiswi Polisikan Pejabat Aceh Jaya, Terkait Kasus Pelecehan Seksual
example banner

BANDA ACEH I Realitas – Seorang mahasiswi berinisial N (21), melaporkan pejabat tinggi Aceh Jaya berinisial I (51), ke Polda Aceh atas kasus dugaan pelecehan seksual. Pengaduan tersebut telah dilaporkan pada 15 Juli 2019 lalu, dengan Nomor Pengaduan: Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus, namun korban baru diperiksa penyidik pada Kamis (1/8).

Saat datang ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, N yang masih berstatus mahasiswi itu didampingi kuasa hukumnya, Safaruddin SH dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Safaruddin mengatakan, dari pengakuan N kejadian pelecehan itu terjadi pada Agustus 2018. Saat itu, korban diajak jalan-jalan oleh pejabat tinggi Aceh Jaya itu dengan mobil pribadinya ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Sesampai di parkiran bandara terbesar di Aceh itu, pejabat tersebut melakukan pelecehan dengan cara meminta korban melakukan sesuatu yang tidak patut. Tapi, hal amoral itu tidak sempat terjadi karena datang petugas bandara yang sedang patroli.

“Saat itu, pejabat tersebut panik dan menyuruh korban turun dari mobil. Selanjutnya, korban keluar bandara dengan berjalan kaki dan menghubungi temannya untuk menjemput dia di luar bandara,” jelas Safaruddin kepada Serambi, Kamis kemarin.

Ternyata kasus pelecehan tak hanya terjadi di Bandara SIM. Sebab, berselang dua minggu kemudian, pejabat teras itu rupanya kembali melakukan pelecehan terhadap korban dengan cara video call melalui WhatsApp.  Video call tersebut, beber Safaruddin, ternyata tidak hanya dilakukan sekali oleh pejabat itu, tapi beberapa kali hingga korban tidak mengubrisnya lagi atau menolak panggilan masuk video call dari orang penting di Aceh Jaya tersebut.

“Atas kejadian tersebut, korban merasa dilecehkan dan dirugikan sehingga korban melaporkannya ke Polda Aceh,” tukas Safaruddin di sela-sela mendampingi korban untuk di-BAP oleh penyidik.

Sementara itu, penyidik Polda Aceh melakukan pemeriksaan saksi korban atau dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selama tujuh jam. Pengambilan keterangan mahasiswi korban pelecehan pejabat tinggi Aceh Jaya tersebut berlangsung pada Kamis (1/8) dari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB, di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh.

Dalam proses BAP itu, korban turut didampingi oleh tim kuasa hukumya yakni Mila Kesuma SH yang juga Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di YARA. “Proses kasus ini masih dalam lidik (penyelidikan) Polda Aceh,” pungkas Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YAR), Safaruddin.(Tribun/Red)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS