13019 KALI DIBACA

Jakarta Duduki Peringkat 33 Kota Ekosistem Starup Potensial

Jakarta Duduki Peringkat 33 Kota Ekosistem Starup Potensial

Jakarta, I Realitas – Jakarta duduki peringkat 33 kota ekosistem starup potensial, masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) menyebut Jakarta menduduki peringkat ke-33, kota dengan ekosistem perusahaan rintisan atau startup potensial. Laporan itu diungkap Global Startup Ecosystem Report (GSER) bulan Mei lalu. Riset ini dilakukan oleh startup berbasis riset internasional yang bermarkas di San Fransisco, Amerika Serikat.

Selain Jakarta, ada kota Logos di Nigeria yang masuk ke posisi 34, Melbourne, Montreal, Moscow, dan Mumbai. Ketua Umum MIKTI Joddy Hernady mengatakan terdapat tujuh faktor aspek untuk melihat Jakarta sebagai salah satu kota potensial terkait ekosistem startup. Salah satunya ada empat startup unicorn tanah air yakni Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. “Untuk melihat ekosistem startup di Indonesia ada 7 faktor. Pertama, performa dinilai seberapa banyak startup early stage yang sukses.

Kedua, seberapa banyak perusahaan yang menyandang status unicorn,” jelas Joddy kepada awak media di kantor Bekraf, Jakarta, Kamis, (8/8/2019). Faktor keempat menurut Joddy, seberapa banyak startup yang ada di Jakarta. Menurut laporan MIKTI, saat ini ada 1009 perusahaan rintisan yang aktif. “Sudah dilakukan sensus oleh MIKTI, ada 1009 startup yang sudah jalan dan konsentrasi jabodetabek ada 529 startup,” tuturnya. “Kelima pendanaan, seberatap investasi yang diberikan. Keena.

seberapa besar pasar lokal untuk menggaet pasar global. Terakhir, pengalaman dari pendiri startup itu,” jelasnya. Menurut laporan GSER, Jakarta saat ini ditempatkan sebagai ekosistem startup dalam fase Late Globalization. Artinya, Jakarta memiliki posisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya yang berada pada fase Early Globalization dan fase Activation.

Lebih lanjut, laporan GSER pun menyebutkan bahwa sub sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech. “Mungkin ini gambaran untuk kita lalu harus fokus keterhubungan secara global dan menentukan jagoan startup kita ke pasar global. Salah satu gambaran, startup ecommerce dan selanjutnya fintech menarik untuk dijadikan model supaya ekosistem lebih meningkat,” pungkas Joddy.   (Cino/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS