12519 KALI DIBACA

Driver Diperkosa Penumpang

Driver Diperkosa Penumpang
example banner

Medan, I Realitas – Baru-baru ini sebuah video viral di media sosial. Seorang driver perempuan tampak berdebat dengan seorang penumpang pria. Belakangan diketahui, kalau driver perempuan tersebut diduga mendapatkan pelecehan seksual dari si penumpang.“Ini aksi kami yang keempat. Kami meminta agar kepala sekolah diturunkan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang siswi berinisial D,” jelas siswa bernama Muhammad Rusdi (17).

Penumpang pria tersebut diketahui bernama Surya dan sang driver wanita bernama Ika (25). Kejadian tersebut di kawasan Bukit Soeharto Kecamatan Samboja, Kukar, Kalimantan Timur. Hal itu saat sang driver wanita mengantar pria tersebut dari Kota Balikpapan menuju Kota Samarinda.

Kini, sang driver telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian di Polda Kaltim untuk diproses hukum. Diketahui, Ika merupakan seorang driver mobil penerima jasa antar penumpang khusus wanita atau yang kerab disebut Lady Driver. Saat itu Ika mendapat orderan penumpang dari rekannya yang juga Lady Driver berinisial AY.

Ika menceritakan, awalnya dirinya mengira penumpang yang diorder tersebut adalah wanita, sehingga dirinya menjemput didepan KFC seberang Plaza Balikpapan dengan mengendarai mobil Xenia nopol KT 1318 ZW pada Jumat (23/8/2019) lalu. Terkait dugaan pelecehan seksual tersebut, Tribun Medan mencoba konfirmasi kepada Kepala Sekolah, Mulkan Hamid (39).

Kepada wartawan Mulkan Hamid menyebut tudingan itu tidak benar. “Saya memang ada pergi ke Pantai Cermin. Namun saya juga ditemani dua rekan D. Mana mungkin saya melakukan hal yang tidak senonoh,” jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan Mulkan, bahwa kepergian tersebut bertujuan untuk melakukan cek lokasi study tour.

“Jadi saat itu mereka minta ikut untuk ngecek lokasi. Kami pun berangkat satu mobil dengan jumlah empat orang termaksud saya. Jika dituding memegang paha itu tidak benar. D saat itu sedang makan kerupuk dan berserakan. Saya membersihkan dengan menggunakan tisu. Tidak berapa lama D tertidur, dan karena panas, saya tutup kepalanya dengan handuk. Lalu saya dituduh membelai kepalanya. Karena kan saat itu D duduk di depan,” katanya.

Saat disinggung kenapa pergi mengecek lokasi harus membawa D dan temannya serta tidak mengajak salah seorang staff perguruan. “Ya memang tidak ada mengajak staff dikarenakan yang ikut sudah ramai. Dan memang D bersama rekannya ini saya dekat. Namun tidak ada bermaksud lain. D sudah saya anggap adik saya sendiri. Dan hubungan saya ya sekedar kakak dan adik,” ungkapnya.

Saat Tribun Medan menanyakan kepada Kepala sekolah tentang tudingan adanya chat yang mengandung kata ‘sayang’ seperti yang ditudingkan para siswa, Mulkan mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal biasa.“Sayang ini kan banyak arti, bisa kakak adik, bisa anak sama bapak. Bisa juga sayang terhadap murid,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hal tersebut tidak bermaksud apapun.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Perguruan Bidang Kurikulum Muhammad Nasir (53) terkait adanya dugaan kata-kata ‘sayang’. “Di situ ada kata-kata sayang. Sayang ini kan bisa banyak diartikan. Setelah itu, siswi ini keberatan. Seharusnya kalau keberatan ia harus melapor ke perguruan. Atau jika tidak senang laporkan ke polisi,” jelasnya.

Namun si siswi ini, lanjut Nasir tidak melakukan itu (bentuk pengaduan) melaikan mengshare chat tersebut kepada medsos.“Hal tersebut memicu rasa peduli dan siswa-siswa ini berkonsultasi kepada pihak ke tiga. Maka situasi menjadi panas,” pungkasnya.    (Trb/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS