36219 KALI DIBACA

Seorang Siswi Di Duga Gantung Diri Ternyata Di Bunuh Oleh Pacarnya Sendiri

Seorang Siswi Di Duga Gantung Diri Ternyata Di Bunuh Oleh Pacarnya Sendiri
example banner

MEDAN I Realitas –Sempat dilaporkan tewas gantung diri, seorang mahasiswi asal Pontianak diduga menjadi korban pembunuhan oleh pacarnya.

Dalam seluruh adegan rekonstruksi yang diperankan oleh tersangka, tidak menunjukkan adanya tersangka menghabisi nyawa korban.

Namun, pacar korban yang bernama Bansir sudah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, meskipun tidak ada adegan yang menujukkan sang pacar melakukan aksi pembunuhan terhadap korban.

Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriandi menjelaskan, Bansir yang merupakan pacar korban ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut berdasarkan hasil autopsi dan keterangan saksi ahli.

“Jadi dari hasil autopsi menujukkan bahwa ada jeratan di leher korban. Jeratan tersebut bukan berasal dari tali yang sebagaimana biasa kasus gantung diri, melainkan jeratan dari hasil seseorang terhadap korban. Namun tersangka sampai saat ini masih belum mengakui jika dirinya yang melakukan pembunuhan terhadap pacarnya sendiri. Tetapi kita tetap ikutan hasil dari pengakuan pacarnya ini, kita juga masih mengumpulkan saksi-saksi lain,” ujarnya kepada awak media, Rabu (3/7/2019).

Anton menjelaskan, korban pertama kali ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa oleh pacarnya yakni Bansir.

Saat melihat korban dalam keadaan tergantung dikamarnya, tersangka mencoba menurunkan langsung dan melepas jeratan tali di leher korban dari jendela.

Setelah itu, tersangka baru memberitahu temannya dan warga setempat bahwa Nadia sudah meninggal dalam keadaan tergantung dikamarnya.

Warga yang datang dan melihat hal tersebut, langsung melaporkan ke Polsek Selatan.

“Pacar korban ini juga membuat laporan ke kita, dan menurut pengakuannya, korban melakukan bunuh diri,” ungkap Kapolsek.

Dari penuturan pacar korban yang mengatakan bahwa korban bunuh diri, pihaknya melakukan pengembangan yang ternyata beberapa bukti bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh tersangka kepada polisi.

“Diduga korban ini langsung dibunuh, namun berdasarkan keterangan tersangka saja bahwa dia digantung. Karena ciri-cirinya terdapat bekas melingkar di leher korban, berbeda dengan gantung diri,” katanya.

Jadi berdasarkan hasil rekonstruksi, kata Kapolsek, diduga ada permasalahan asmara dimana korban cemburu dengan tersangka, yang sering bermain game online dengan wanita lain

“Tersangka tetap menghindar tidak mengakui perbuatannya. Tapi hal ini tidak menjadi masalah karena kita didukung oleh alat bukti lainnya yang mengarah bahwa tersangka yang melakukannya. Pasal yang kita terapkan 340 subsider 338 dengan ancaman seumur hidup atau pidana mati, atau pidana tertentu maksimal 20 tahun penjara. Rencana minggu depan akan kita limpahkan tahap 1 nya,” pungkas Anton.

Ditemukan Tewas Tergantung

Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriandi menerangkan, bahwa korban gantung diri di Jalan Veteran gang Syukur I, diketahui bernama ND.

“Korban ini sementara diketahui pacar dari temannya pelapor atas nama Nadia, di mana pacarnya atas nama BNS. Untuk pacarnya masih kita kembangkan kita juga kumpulin data dari pihak keluarganya. Karena beberapa waktu korban ini sering tinggal di rumah seorang diri,” ujar Anton saat ditemui di lokasi.

Anton Satriandi melanjutkan, dari penyelidikan awal bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang salah satunya merupakan pacar korban. Warga kemudian melapor ke security sebuah kafe yang tidak jauh dari lokasi.

Sertelah itu, security tersebut melaporkan ke anggota Polsek Pontianak Selatan.

Atas laporan itu, anggota langsung menuju ke TKP. Namun, saat tiba di TKP, mayat korban sudah berada dalam pelukan sang pacar.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditubuh korban hanya ditemukan cengkraman tali. Namun tetap akan melakukan visum dengan pihak rumah sakit.

“Posisi korban saat ditemukan pertama kali ditemukan oleh sang pacar dalam keadaan tergantung, namun saat anggota tiba di TKP korban sudah berada dalam pelukan sang pacar. Tetapi berdasarkan pengakuan pacar korban, bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar,” ungkap Anton.

Anton juga menuturkan, bahwa pihak keluarga menginginkan korban untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Dan, puhak kepolisian membawa jenazah korban ke RSUD Soedarso untuk dilakukan visum dan otopsi sesuai permintaan keluarga korban.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Namun, sang pacar sering berkunjung kerumah korban. Rumah korban berhimpitan dengan rumah para tetangga kanan kiri.

Bangunan rumah juga masih berupa bangunan rumah lama dengan didominasi bahan kayu atau semi permanen. Dari keterangan para tetangga, korban memang tinggal seorang diri.

Satu diantar tetangga korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebelum korban melakukan aksi bunuh diri, korbam sempat menghubungi pacarnya untuk datang ke rumah.

“Dia (korban) nelpon pacarnya untuk datang ke rumah, dan bilang ke pacarnya itu kalau korban sedang ada masalah. Tapi si pacarnya itu belum bisa karena sedang bekerja. Nah saat sore tadi pacarnya datang kerumah, dilihatnya si Nadia sudah dalam posisi tergantung,” ungkap wanita tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi tentang korban, dan juga akan melakukan visum dan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, sesuai dengan permintaan keluarga korban.

Saat berada di ruang tamu, korban bersama tersangka terlibat cek cok mulut yang disebabkan korban cemburu akibat tersangka sering bermain game online dengan wanita lain.

Akan tetapi tersangka tidak mengakui apa yang menjadi dugaan korban. Tidak ingin memperpanjang cekcok, tersangka kemudian masuk ke kamar untuk tidur.

Selama kurang lebih 15 menit tersangka tidur dikamar, kemudian korban membangunkan tersangka.

“Kenapa kau bangunkan aku, kau kan lagi marah sama aku,” ujar tersangka kepada korban.

Setelah itu, tersangka keluar kamar dan kembali duduk di ruang tamu, dan korban berada dikamarnya.

Setelah itu, tersangka keluar rumah untuk pergi membeli rokok ke warung yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah itu kembali lagi ke rumah, dan duduk lagi di ruang tamu sambil merokok.

Tidak lama kemudian, tersangka hendak pergi lagi untuk menjumpai temannya. Tetapi, saat hendak pergi, tersangka hendak mandi dan mengambil pakaian di kamar namun terkunci dari dalam.

Tersangka mencoba mengetuk pintu kamar namun tidak kunjung dibuka oleh korban, sehingga tersangka mendobrak pintu.

Dan saat itu tersangka mengakui bahwa melihat korban telah tergantung dengan seutas tali, dalam posisi lutut bertekuk dan menghadap ke dinding.

Melihat hal tersebut, tersangka langsung menurunkan korban yang sudah tidak bernyawa dan langsung memberitahukan kepada teman dan juga para tetangga.

Sehingga akhirnya para tetangga melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pontianak Selatan, pada 23 Mei silam. (Rivaldi Ade Musliadi/Tribun/nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS