39819 KALI DIBACA

Massa, Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) Menuntut DPRK Simeulue: Memakzulkan Bupati Erli Hasim

Massa, Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) Menuntut DPRK Simeulue: Memakzulkan Bupati Erli Hasim
example banner

Sinabang I Realitas – Massa yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (GEMPAR) Melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRK Simeulue. (29/07/2019)

Massa GEMPAR meminta kepada Lembaga DPRK Simeulue memakzulkan H. Erli Hasim, S.Ag, SH, M. I. Kom dari jabatan sebagai Bupati Simeulue dan meminta dihukum dicambuk seperti warga lainnya. 29/07/2019

Beredarnya video amoral H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom dengan seorang wanita yang belum diketahui identitasnya di media sosial seperti group-group whatsapp pada tanggal 18/07/2019 lalu.

Yang menuai berbagai reaksi kecaman dari kalangan warga Simeulue yang disampaikan langsung melalui sosial media, dan puncak hari ini dengan melakukan aksi demonstrasi dan memberikan petisi berupa tuntutan pemakzulan yang diserahkan ke DPRK Simeulue.

Para koordinator massa kecamatan dari sepuluh kecamatan di depan 16 orang anggota DPRK, masing-masing koordinator dalam orasinya meminta anggota DPRK setempat agar menindak lanjuti skandal amoral dalam video berdurasi 1 menit 38 detik yang dilakukan oleh Erli Hasim.

Koordinator aksi, Zulhamzah, Ajiaruddin dan Kadri Amin dalam orasinya meminta kepada ketua dan anggota DPRK Simeulue untuk segera memakzulkan atau mencopot jabatan Erli Hasim dari jabatan Bupati Simeulue.

Karena telah mencoreng nama baik Kabupaten Simeulue dan perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah.

Lanjut Zulhamsah, bahwa pemakzulan itu sesuai dengan amat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang menyebutkan bahwa salah satu penyebab kepala daerah diberhentikan karena telah melakukan perbuatan asusila.

Kemuadian korlap Gempar zulhamsah, menyerahkan petisi tuntutan yang ke Ketua DPRK Murniati, SE dan ditanda tangani oleh ke 15 orang anggota DPRK yang bermaterai 6000.

Massa Gempar dalam petisinya memberikan waktu ke DPRK Simeulue melakukan rapat paripurna untuk menyelesaikan kasus vidio amoral tersebut, selama 7x24jam terhitung dari selasa.

Massa peserta demonstrasi melakukan aksi dimulai dari halaman masjid Baiturrahmah kota Sinabang kecamatan Simeulue Timur, kemudian melakukan perjalan dengan roda dua yang melewati jalan simpang lima, dan jalan jalur dua menuju lapangan pendopo Bupati depan gedung DPRK Simeulue.

Kemudian massa aksi setelah selesai menyerahkan petisinya ke DPRK, massa aksi membubarkan dirinya lebih kurang pukul 15.00 wib. (zulfadli/RED)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS