229419 KALI DIBACA

KOHATI Se Cabang Langsa minta PB HMI Pecat Boidatul Khoi 

KOHATI Se Cabang Langsa minta PB HMI Pecat Boidatul Khoi 
example banner

Langsa I Realitas – Ketua Umum KOHATI  (Korps HMI-wati) sekawasan Cabang Langsa meminta kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) untuk  memepecat Boidatul Khoi karena dianggap telah merusak dan mengangkangi konstitusi HMI. Kamis (18/7/2019).

Adapun seluruh Ketua HMI – Wati sekawasan Cabang Langsa dalam  realese itu diantaranya, Putri Indah Lestari (Ketua Kohati Komisariat Syariah IAIN Langsa), Riska Dwi Novianty (Ketua Kohati Komisariat Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa), Intan Purnamasari (Ketua Kohati Komisariat Pers. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa), dan Mutia Muninggar (Ketua Kohati Komisariat Ekonomi Unsam Langsa), serta Ulfi Maulida (Ketua Kohati Komisariat FKIP Unsam Langsa) dan juga Siti Nurazizah Safitri (Ketua Kohati Teknik Unsam Langsa).

“Kami meminta Ketua Umum PB HMI agar memecat sdr Boidatul Khoi yang telah melanggar AD ART HMI, serta melakukan kecurangan terhadap seluruh Kohati se kawasan cabang Langsa, hal ini dimulai dari proses konferensi cabang sampai kepada hasil Musyawarah Kohati (Muskoh) yang dilaksanakan di Sekretariat HMI Cabang Langsa pada 24 Desember 2018 lalu,” Tegas Ketua KOHATI Komisariat Syariah IAIN Langsa Putri Indah Lestari.

Ia menambahkan, Sebagai kader HMI Boidatul Khoi dinilai cukup militansi dalam ber HMI  namun militansi tersebut menjadi nol besar jika tidak diikuti dengan sikap yang taat dan patuh pada konstitusi HMI serta ketentuan ketentuan lainnya yang bersifat kolektif dan kolegial di himpunan ini.

“Sebagai kader harusnya tidak bersikap latah, apalagi harus meminta di SK kan serta dilantik oleh Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad yang sudah terbukti melakukan pelanggaran dan bersikap amoral,” Ungkap Indah Lestari

Ia menambahkan, sebagaimana Surat Keputusan Majelis Pengawasan dan Konsultasi PB HMI No. 08/KPTS/03/1440 H tentang Gugatan Pelanggaran Konstitusional oleh saudara R. Saddam Al Jihad /  Ketua Umum PB HMI periode 2018 – 2020 yang telah menetapkan antara pain:

(1) terbukti secara sah dan menyakinkan saudara R. Saddam Al Jihad / Ketua Umum PB HMI periode 2018 – 2020 melakukan perbuatan asusila. (2) memberhentikan R. Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2018 – 2020. (3) Mengintruksikan PB HMI untuk melaksanakan Rapat Harian untuk menunjuk Pejabat sementara Ketua Umum PB HMI sesuai AD ART HMI.

“Terkait pasal ketiga itu sudah dilaksanakan dan yang ditunjuk adalah Kanda Arya Kharisma Hardi, harusnya saudara Boidatul itu jika ingin di anggap sah harus di SK kan dan dilantik oleh Ketua Umum PB HMI atasnama Ketum Arya Kharisma Hardi bukan malah melaksanakan kecacatan hukum,” Tambahnya.

Tindakan saudara Boidatul Khoi itu yang juga mengangkangi hasil keputusan Musyawarah Kohati (MUSKOH) dilingkungan HMI Cabang Langsa, yaitu menetapkan saudara Nuzul Fitria sebagai Ketua Kohati yang tidak pernah terpilih secara sah di forum Muskoh cabang Langsa.

“Sebagaimana yang telah kami lakukan Musyawarah Kohati cabang Langsa tertanggal 24 Desember 2018 lalu dan yang telah ditetapkan sebagai formateur Kohati cabang Langsa melanjutkan estafet dari Yunda Ria Maulida adalah saudari Mutia Muninggar dari Kohati komisariat Ekonomi Unsam dan bukan Nuzul Fitria yang dari Komisariat Hukum Unsam Langsa,” Sebut Ketua KOHATI di Komisariat Syariah IAIN Langsa ini.

Oleh karena itu ia menilai sikap culas dan tidak bertanggung jawab seorang kader atasnama boidatul Khoi telah menabrak konstitusi HMI secara brutal serta terstruktur sistematis dan masif. “Maka kami seluruh Kohati Cabang Langsa meminta kepada Ketua Umum KOHATI BADKO HMI Aceh untuk turut melaporkan dan kepada PB HMI untuk memperhatikan dan mempertimbangkan guna dilakukan sikap tegas terkait hal itu,” Pungkasnya. (H a Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS