14419 KALI DIBACA

Kepsek SDN 1 Silebu Kuningan Katakan “Media Tukang Intimidasi, Menakut-Nakuti, Dan Mencari Kesalahan”.

Kepsek SDN 1 Silebu Kuningan Katakan “Media Tukang Intimidasi, Menakut-Nakuti, Dan Mencari Kesalahan”.
example banner

KUNINGAN I Realitas – Sungguh lontaran yang sangat menyakitkan bagi insan Pers atas perkataan seorang kepala sekokah SDN 1 Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten kuningan Jawa Barat yang telah mengatakan, “media adalah tukang intimidasi, menakut-nakuti, dan mencari kesalahan”.

Lotaran perkataan itu disampaikan H. Yoyo S. Pd kepala sekolah SDN 1 Silebu yang juga merangkap sebagai Ketua PGRI Kecamatan Pancalang saat tim media rakyatjelata.com berkunjung kesekolahnya (23 07), tanpa alasan yang jelas tiba-tiba Yoyo dengan dana tinggi penuh arogansi melontarkan kalimat yang tidak mencerminkan sama sekali sebagai tokoh akademik. Dalam sikapnya pria setengah baya itu melontarkan sebuah kata kata bahwa media itu tukang intimidasi,  menakut-nakuti, dan mencari kesalahan, Termasuk anda tukang intimidasi menakut-nakuti mencari kesalahan,” tuduh yoyo kepada awak media rakyatjelata.com.

Awak media rakyatjelata pun meminta penjelasan kepada yang bersangkutan agar dapat menjelaskan maksudnya terkait perkataannya terhadap awak media. Dengan menganggap bahwa Media sebagai  tukang intimidasi, menakut-nakuti, mencari kesalahan dan juga atas tuduhan terhadap awak media rakyatjelata.com. namun setelah di konfirmasi terkait ucapanya, penjelasan Yoyo ngawur dan tidak merdasar.

Dikatakannya, “Rehab ruang kelas sebesar 83 jutaan dari dana DAK tahun 2019 menurut awak media ada kesalahan, tetapi ini belum tentu ada kesalahan,” ungkap yoyo dengan sombongnya.

Namun ketika awak media meminta sedikit keterangan tentang pelaksanaan kegiatan rehabilitas ruang kelas yang menurutnya tidak ada kesalahan dalam pelaksanaannya, yoyo mengatakan, “itu bukan hak awak media menannyakan perihal pelaksanaan rehabilitas ruangan kelas ini,  kalau terus pemertanyakan saya akan mengundang warga sekitar.” ancamnya kepada awak media.

Namun tak lama kemudian yoyo mengakui bahwa,”manusia tidak ada yang sempurna,  termasuk pelaksanaan kegiatan rehab ruangan kelas disekolahnya pasti ada kesalahannya,” pengakuannya.

Hal ini tentu saja menuai tanggapan geram dari para senior awak  media yang berada diwilayah Kabupaten Kuningan saat dimintai tanggapannya, kalau memang itu benar adanya sungguh perkataan yang tidak pantas dilontarakan oleh seorang tokoh pendidik apalagi jabatannya seorang kepala sekolah. Mengatakan bahwa media itu tukang intimidasi, menakut-nakuti dan mecari kesalahan, padahal tidak bisa di anggap seperti itu.

Maman Rohman selaku wartawan senior ikut menyampaikan pendapat, kalau mengacu kepada UU pers,  salah satu fungsi Pers berfungsi melaksanakan sebagai kontrol sosial, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan khususnya dalam pemerintahan. Penyalahgunaan kekuasaan tersebut bisa berupa korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), ataupun penyimpangan dan penyelewengan jabatan lainnya.

Namun awak media dalam melaksanakan investigasi bertujuan mengumpulkan data-data atas adanya dugaan penyalahgunaan wewenang kekuasaan,  tak jarang oknum yang bersangkutan kurang berkenan atau merasa risih atas kehadiran awak media, dikarenakan kebobrokannya takut terbongkar dan menjadi menyebar luas dipublik.

Tambah Maman Rohman,” kadang oknum yang bersangkutan tersebut tidak memahami fungsinya awak media seperti apa, sehinga awak media sedang melakukan investigasi atau konfirmasi mereka merasa bahwa awak media selalu mecari cari kesalahan, dan serasa di intimidasi dengan pertanyaan pertanyaan awak media tersebut,” jelasnya. (tim/red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS