15419 KALI DIBACA

Banjir Melanda Tiga Kabupaten

Banjir Melanda Tiga Kabupaten
example banner

SIMEULUE I Realitas– Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Aceh sejak Sabtu (20/7) petang hingga Minggu (21/7) pagi sehingga tiga kabupaten, yakni Simeulue, Aceh Jaya, dan Pidie Jaya dilanda banjir. Dampak banjir paling dirasakan di Simeulue karena di pulau itu tinggi air di permukiman penduduk mencapai 80 cm hingga 100 cm.

Banjir di Simeulue dipicu oleh hujan deras Minggu (21/7) pagi. Akibatnya, ratusan rumah penduduk terendam air, termasuk fasilitas publik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, Ir Ali Hasmi, menyebutkan, banjir kali ini melanda tiga kecamatan. Di Kecamatan Simeulue Timur, desa yang terdampak banjir adalah Desa Air Dingin, Suak Buluh, Suka Karya, Suka Maju, Sinabang, Lugu, Linggi, Sefoyan, Ganting, dan Desa Kuala Makmur. Di wilayah ini ratusan rumah terendam banjir.

Di Kecamatan Teupah Tengah, banjir merendam puluhan rumah warga dan fasilitas umum di Desa Abail dan Nancawa.

Di Kecamatan Teupah Barat, desa yang terdampak banjir hanya satu, yakni Leubang Hulu. Ratusan rumah warga di desa itu terendam banjir.

Di Kecamatan Teluk Dalam, puluhan rumah penduduk yang tersebar di Desa Kuala Baru, Luan Balu, dan Desa Kuala Bakti terendam banjir.

Sedangkan di Kecamatan Simeulue Barat, Simeulue Tengah, Simeulue Cut, Teupah Selatan, Salang, dan Kecamatan Alafan sampai tadi malam belum ada laporan desa yang terendam banjir meski hujan juga mengguyur kawasan itu sejak pukul 05.00 WIB. “Tidak ada korban jiwa,” kata Ali Hasmi yang turut memantau situasi banjir bersama Wakil Bupati Simeulue.

Menurut Ali Hasmi, data jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir sedang dalam pendataan.

Selain itu di beberapa titik terjadi longsor yang berdampak pada rusaknya rumah penduduk, seperti terjadi di Desa Air Dingin dan Desa Suka Karya, Kecamatan Simeulue Timur.

AcehJayabanjir
Dari Aceh Jaya dilaporkan, hujan lebat yang melanda kabupaten itu sejak Kamis (18/7) menyebabkan sebagian besar wilayah Aceh Jaya dilanda banjir, Minggu (21/7).

Ada lima dari sembilan kecamatan di Aceh Jaya yang kemarin digenangi banjir dengan tinggi air bervariasi antara 20 hingga 70 cm. Kelima kecamatan itu adalah Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah, dan Kecamatan Sampoinet.

Di Kecamatan Krueng Sabee hanya satu desa yang terendam dan hanya 4 KK atau 17 jiwa yang terdampak banjir.

Di Kecamatan Darul Hikmah, desa yang terendam banjir meliputi Desa Gampong Baro (7 KK, 30 jiwa) Desa Babah Dua (12 KK, 48 jiwa), Desa Masen, (10 KK, 38 jiwa), Desa Lam Teungoh (10 KK, 42 jiwa), Desa Alue Gajah (5 KK, 21 jiwa), Desa Panton Krueng (7 KK, 29 jiwa), Desa Ujong Rimba (9 KK, 36 jiwa), dan Desa Gunong Cut (13 KK, 39 jiwa).

Di Kecamatan Setia Bakti hanya satu desa yang terdampak banjir, yakni Desa Lhok Bot (32 KK, 128 jiwa).

Terakhir, di Kecamatan Sampoiniet, desa yang terdampak adalah Desa Ie Jerengeh (2 KK, 10 jiwa), Desa Ligan (6 KK, 25 jiwa), Desa Semantok (10 KK, 30 jiwa), dan Desa Alue Gro terisolasi.

Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten(BPBK) Aceh Jaya, Destian Risvan, menerangkan bahwa di lima kecamatan itu ada 17 desa yang dtergenang banjir. “Di Kecamatan Panga ada tiga desa yang tergenang. Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga merendam badan jalan di Desa Panton Kabu setinggi air 10 sampai 30 cm,” jelasnya.

Di Kecamatan Setia Bakti ada satu desa, yaitu Desa Lhok Bot, yang juga terimbas gempa (32 KK, 128 jiwa).

Terakhir, di Kecamatan Sampoiniet, banjir melanda Desa Ie Jerengeh (2 KK, 10 jiwa), Desa Ligan (6 KK, 25 jiwa), Desa Semantok (10 KK/30 jiwa), dan Desa Alue Gro yang dilaporkan terisolasi.

 

Destian Risvan menjelaskan, banjir masuk perkarangan rumah Sabtu, (20/7) pada pukul 16.30 WIB disebabkan meluapnya beberapa sungai di Aceh Jaya setinggi 20-70 centimeter. “Untuk saat ini kita terus memantau perkembangan air dan menunggu instruksi dari atasan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Panga, Dahrial saat dihubungi Serambi menyatakan bahwa untuk saat ini air terus meluap di sejumlah desa dalam Kecamatan Panga. “Air terus meluap dan kami sedang melakukan pendataan,” katanya.

Ia tambahkan, saat ini ada dua desa yang terisolasi di Kecamatan Panga, yaitu Desa Panton Krueng dan Desa Gle Putoh. “Kami berharap ada speed boat yang siaga di sana untuk mengantispasi desa yang terisolasi tersebut,” harap Camat Panga.

 

 BanjirPijay
Sementara itu, sejak Sabtu (20/7) petang hingga menjelang tengah malam, sekitar 300 hektare lahan sawah belahan utara Kecamatan Meurahdua dan Ulim (sebagian sudah ditanami padi), digenangi banjir. Ruas jalan kabupaten di lintas utara yang menghubungkan kedua kecamatan itu juga ikut terendam.

Para petani di sejumlah kecamatan lainnya, seperti Trienggadeng, Panteraja, Jangkabuya, dan Bandardua yang sedang panen, risau. Soalnya, jika hujan maka harga gabah turun drastis. Padi yang sudah ditanami dan berumur 1-10 hari itu terendam yang airnya hampir seperti lautan dangkal.

Di Meurahdua, kawasan yang terendam banjir genangan, antara lain, areal sawah Gampong Buangan, Lueng Bimba, Meunasah Jurong, Beuringen, Dayah Usen, Dayah Kruet, dan Meunasah Mancang.

Di Kecamatan Ulim, kawasan yang terendam banjir genangan meliputi hamparan sawah Gampong Tijien Daboh, Tijien Usen, Geulanggang, Bueng, Dayah Leubue, dan Masjid Ulim Baroh. Karena genangan airnya bagaikan lautan, sehingga sebagian petani terpaksa urung bertanam. Mereka menunggu kondisi lahan kembali normal. “Kami di belahan utara rel kereta api tidak bisa tanam karena lahannya terendam,” kata Ismail, petani Meurahdua. Nada yang sama juga dilontarkan beberapa petani Tijien Daboh-Ulim.

Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP) Dinas Pertanian Pangan Pijay, Hamdani yang ditemui Serambi saat sedang memantau banjir mengakui bahwa hamparan sawah Ulim dan Meurahdua seluas kurang lebih 300 hektare terendam banjir genangan. Dari areal seluas itu sebagian sudah selesai tanam, sebagian lainnya saat ini sedang penyiapan lahan. “Kini, air berangsur menyusut,” imbuh Hamdani. (Tribun/EMA)

 

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS