24219 KALI DIBACA

Sidang Sengketa Pilpres di MK Dikawal 13 Ribu TNI-Polri

Sidang Sengketa Pilpres di MK Dikawal 13 Ribu TNI-Polri
example banner

Jakarta I Realitas – Sebanyak 13,747 personel gabungan dari  TNI-Polri melengkapi sidang pemilihan perselisihan hasil (PHPU) di gedung Mahkamah Konstitusi ( MK ), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019)

“Personel yang ada di Gedung Mahkamah Konstitusi berjumlah 13.747,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan usai apel pagi, Selasa (18/6/2019)

Harry mengimbau agar masyarakat tidak perlu datang ke gedung MK. Hal itu, menurut dia, tidak ada demi keamanan. Dia menerima pihaknya dan juga sudah siap membantu.

“Kami dari Kepolisian-TNI telah siapkan cara bertindak di lapangan yang mendukung aksi massa dan pengamanan lainnya,” kata dia. 

Sementara itu, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya, Kombes FX Surya yang membedakan dua hal penting dalam pengamanan hari ini. Pertama, kata dia, para personel kepolisian agar tidak menggunakan senjata api dalam pertempuran. 

“Ada beberapa yang menentang dari pimpinan. Pertama, seluruh personel yang ditolak menggunakan senjata api. Mohon untuk perwira masing-masing untuk melakukan pengecekan ulang,” kata dia.

Selain itu, dia meminta agar setiap orang menggunakan titik-titik pengamanan. 

“Kedua, mengatur personel di setiap titik agar dimaksimalkan. Kita masih banyak pintu kosong tidak memenuhi, hari ini agar dimaksimalkan. Jadi, setelah apel ini kembali ke posko atau masing-masing titik,” ucapnya. 

Pantauan wartawan , para personel TNI-Polri sedang berjaga di sejumlah titik di sekitar kawasan gedung MK. Selain itu, jumlah polisi terlihat sedang lalu lintas. Sementara untuk Jalan Merdeka Barat tidak bisa dilalui kendaraan alias ditutup.

Sementara itu, sampai dengan pukul 09.40 WIB, sudah terlihat massa aksi demonstrasi yang sudah tiba di sekitar gedung MK. Mereka disetujui oleh para orang tua.

Selain itu, kumpulan orang berbaju kuning yang diterima dari Alumni Universitas Indonesia (UI) baru tiba di Jalan Merdeka Barat. Kedatangan mereka diiringi oleh budaya Betawi ondel-ondel dengan lantunan lagu ‘Indonesia Pusaka’. 

Mereka juga ikut membawa poster yang berisi protes terkait pelaksanaan pemilu 2019. Ada pun isi dari tulisan dari poster tersebut di antara yang lain, ‘Apa yang Kita Inginkan? Keadilan. Kapan kita menginginkannya? Sekarang ‘,’ Tidak Ada Alasan Untuk Penipuan Pemilu Sistematik dan sebagainya. 

Sementara di belakang tubuh dua ondel-ondel bertuliskan ‘Ane Cinta NKRI, Ane Kagak Demen Pejabat yang Tukang Bo’ong & Curang,’ serta ‘Hakim Konstitusi Dibayar Untuk Membela Kebenaran & Keadilan, “

Koordinator Lapangan Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia, Buyung Ishak mengatakan pihaknya ingin mengawal jalannya sidang PHPU. Dia mengklaim pihaknya tidak mewakili salah satu pihak yang sedang bersengketa. Maka dari itu, tambah dia, pihaknya hanya berharap agar MK bisa memperbus perkara dengan jujur ​​dan adil. 

“Kami mengawal keputusan MK agar mereka jujur, transparan, tegas dalam mengambil keputusan atas Republik Indonesia tidak pecah,” ucap Buyung menambahkan. Nanti ada sekitar 500 alumni UI yang akan diambil aksi damai kali ini. Kendati begitu, berdasarkan pantauan langsung, jumlah mereka belum lebih dari 100 orang, “Ada sekitar 500 orang, nanti yang lain menunggu,” tutup Buyung.(CINO/Nurul)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS