14219 KALI DIBACA

Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Ditangkap, 13 Masih Diburu

Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Ditangkap, 13 Masih Diburu
example banner

SURABAYA – Polda Jawa Timur (Jatim) kembali mengamankan tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura. Mereka para pelaku lapangan yang bertugas membakar mapolsek. Hingga Rabu (12/6/2019), 13 orang DPO masih diburu.

Ketiga DPO tersebut yakni, Satiri (42), Bukhori alias Tebur (33), dan Abdul Rahim (49). Ketiganya warga Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura. Mereka semua telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Dengan penetapan tiga tersangka tersebut, maka jumlah tersangka kasus pembakaran kantor polsek pada Rabu (22/6/2019) itu berjumlah sembilan orang. Enam orang yang sebelumnya sudah berstatus tersangka antara lain Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali dan Zainal.

Atas perbuatannya, polisi menjerat kesembilan tersangka dengan pasal berlapis seperti pasal 200 KUHP tentang Perusakan Fasilitas Umum, pasal 187 KUHP tentang Pembakaran serta pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Polda Jatim, Kompol Suryono mengatakan, ketiga orang yang ditetapkan tersangka tersebut sebelumnya menyerahkan diri ke Polsek Tambelangan. Saat diperiksa, kapasitasnya masih sebagai saksi.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan, ketiganya punya keterlibatan langsung dalam pembakaran. Akhirnya mereka dijadikan tersangka dan dibawa ke Polda Jatim. “Saat ini kami masih memburu 13 orang DPO yang diduga terlibat dalam pembakaran,” katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, saat ini, Polda Jatim terus berupaya mendalami kasus tersebut. “Kami meminta kepada 13 DPO untuk segera menyerahkan diri. Mereka itu belum tentu akan menjadi tersangka. Kami tentu akan lakukan pemeriksaan terlebih dulu untuk mendalami sejauh mana peran orang tersebut,” katanya.

Mapolsek Tambelangan, Sampang, dibakar 200-an massa. Pembakaran terjadi pada Rab, (22/5/2019) malam. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa itu selanjutnya melempari kantor mapolsek dengan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan pelemparan bom molotov.

Hasil penyelidikan polisi, kasus pembakaran ini dipicu kabar hoaks tentang penangkapan ulama Madura di Jakarta saat kerusuhan 21 Mei lalu. Massa yang termakan hoaks marah dan mendatangi mapolsek dan melakukan pembakaran.(ines)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS