24419 KALI DIBACA

Diduga Terlibat Sindikat Pencucian Otak & Perdagangan Anak, Polisi Tahan 18 Orang Termaksut Walikota

Diduga Terlibat Sindikat Pencucian Otak & Perdagangan Anak, Polisi Tahan 18 Orang Termaksut Walikota
example banner

Italia I  Realitas – Polisi menangkap sindikat pencucian otak anak-anak.

Korban sengaja dibuat seolah-olah telah mengalami pelecehan seksusal dari orangtuanya.

Kemudian akan diarahkan untuk diasuh oleh pengasuh dan terakhir akan dijual.

Mengerikannya, dalam sindikat tersebut terdapat seorang walikota

Kepolisian Italia dilaporkan telah menahan 18 orang yang diduga terlibat dalam kasus pencucian otak dan perdagangan anak.

Dilansir AFP, Jumat (28/6/2019), di antara mereka yang ditahan terdapat wali kota, dokter, hingga petugas sosial.

Menurut polisi, para tersangka bekerja sama untuk mencuci otak anak-anak yang rentan hingga berpikir bahwa mereka telah dilecehkan orangtua mereka dan kemudian akan menjual anak-anak tersebut kepada orangtua asuh.

Kepolisian di kota Reggio Emilia melakukan penangkapan setelah hasil penyelidikan yang dimulai sejak 2018 mengungkapkan dugaan bahwa jaringan tersebut menggunakan metode-metode, termasuk kejut listrik, untuk membuat anak-anak percaya bahwa mereka telah mengalami pelecehan seksual.

Setelah anak-anak tersebut meyakini bahwa diri mereka mengalami pelecehan seksual dari orangtua mereka, jaringan itu akan mengarahkan anak-anak itu agar dirawat oleh orangtua asuh.

Jaringan tersebut menerima uang dari orangtua asuh yang mendapat hak asuh anak, sementara terus menyimpan hadiah dan surat yang dikirimkan oleh orangtua kandung anak-anak itu.

Polisi telah menemukan gudang yang digunakan untuk menyimpan barang-barang dan surat pemberian para orangtua kandung.

Dugaan kasus ini pertama kali dilaporkan oleh media Italia dan telah dikonfirmasi kepada AFP oleh kepolisian di Bibbiano, dekat Reggio Emilia, pada Kamis (27/6/2019).

“Tuduhan ini, jika terbukti, maka akan menjadi sesuatu yang mengejutkan sekaligus menakutkan,” kata Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte.

Di antara mereka yang ditahan termasuk psikoterapis, yang bekerja untuk asosiasi pekerjaan sosial di Mocalieri, serta wali kota Bibbiano.

Untuk mencuci otak anak-anak, jaringan itu diduga membuat gambar anak-anak dengan konotasi seksual.

Mereka juga menggunakan terapi kejut listrik sebagai “mesin memori kecil” untuk menciptakan ingatan palsu tentang pelecehan.

Sementara petugas terapis diduga mengenakan pakaian karakter jahat dari cerita anak-anak saat menangani para calon korban.

Dilaporkan surat kabar La Repubblica, penyelidikan polisi mengungkap skema yang disebut sebagai model sistem kesejahteraan untuk anak di bawah umur korban kekerasan, ternyata merupakan bisnis ilegal yang justru merugikan anak-anak.

“Menurut penyelidik, tujuan kelompok yang telah ditangkap itu adalah untuk membawa anak-anak jauh dari keluarga mereka dalam situasi sosial yang sulit, untuk kemudian diberikan kepada orangtua asuh, demi mendapatkan uang,” tulis surat kabar Corriere della Sera.

La Repubblica bahkan melaporkan, beberapa orangtua asuh justru benar-benar melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang mereka dapatkan dari jaringan itu

Sementara pihak polisi menolak mengungkapkan berapa jumlah anak yang telah menjadi korban jaringan ini maupun usia mereka.

Media Italia menyebut praktik yang dijalankan jaringan ini telah meraup keuntungan ratusan ribu euro.(Tribun/Nrl)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS