44619 KALI DIBACA

Delapan Remaja Aceh Nekat Menyeludupkan Sabu Melalui Bandara

Delapan Remaja Aceh Nekat Menyeludupkan Sabu Melalui Bandara
example banner

PEKANBARU I Realitas – Tujuh remaja dan seorang petani asal Aceh nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu melalui Bandara Sultan Syarif Kasiem (SSK) II Pekanbaru dengemaja an tujuan ke Surabaya, Jawa Timur. Namun, percobaan penyelundupan sabu-sabu melalui Bandara Pekanbaru tersebut berhasil digagalkan petugas bandara.

Executive General Manager SSK II Pekanbaru, Jaya Tohama Sirait mengatakan, delapan warga Aceh itu ditangkap pada Jumat (28/6) pagi. Dari mereka petugas berhasil menyita 34 paket sabu-sabu yang setelah ditimbang beratnya mencapai 4,1 kg.

Sabu-sabu sebanyak itu jika terjual bisa mendatang uang kepada pemilikinya sekitar Rp 8 miliar dan bisa merusak sel saraf 16.000 orang penggunanya.

Jaya Tohama juga menyebutkan inisial kedelapan warga Aceh itu tanpa merinci dari kabupaten/kota mana di Aceh mereka berasal. Mereka adalah RS 24 tahun, Mus (30), FN (25), Muk (19), SW (21), ML (22), Mar (19), dan AH (25).

Dari hasil interogasi petugas terungkap bahwa komplotan penyelundup sabu-sabu ini sudah tiga kali menggunakan bandara sebagai jalur penyelundupan narkoba. Baru kali ini upaya mereka menyelundupkan sabu-sabu lewat bandara berhasil digagalkan petugas Aviation Security (Avsec), tepatnya pada Jumat (28/6) sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka tadinya hendak menumpang pesawat Lion Air JT 983 ke Surabaya pada jam penerbangan pagi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, kesemua pelaku merupakan warga asal Aceh, namun ia tak merinci berasal dari kabupaten/kota mana. “Jadi, kita sudah berkoordinasi dengan petugas bandara,” ujar Susanto,

Saat ini, lanjut Susanto, pihaknya sedang melakukan pengembangan lebih lanjut kasus ini, terutama untuk mengetahui dari mana asal, jaringan, dan ke mana saja barang haram itu hendak diedarkan.

“Kebanyakan mereka ini sebagai kurir antarprovinsi. Berapa mereka dibayar, siapa yang membiayai, dan siapa penerima barang, sedang kita dalami,” tutur Kapolresta.

Menurut Susanto, para pelaku hanya menginap sehari di Pekanbaru. Mereka hanya transit menjemput narkoba, lalu kembali ke daerah tujuan sesuai perintah orang yang mengendalikan mereka.

Sebenarnya, kata Executive General Manager SSK II Pekanbaru, Jaya Tohama Sirait, petugas di bandara tersebut sudah belasan kali menggagalkan penyelundupan narkoba.

Sepanjang tahun 2018 saja, petugas bandara berhasil menggagalkan 12 kali penyelundupan narkoba. Namun, para pelaku tetap saja tak jera menggunakan bandara sebagai akses keluar masuknya narkoba. Padahal, bandara tersebut memiliki sistem keamanan yang sangat ketat, karena menggunakan X-Ray dalam mendeteksi barang penumpang.

“Kalau untuk tahun 2019, hingga 28 Juni sudah tiga kali berhasil kami gagalkan penyelundupan narkoba melalui bandara,” ujar Jaya Tohama.

Kedelapan warga Aceh yang ditangkap di Bandara Pekanbaru, Jumat kemarin, tergolong nekat. Bukan saja nekat menyelundupkan 4,1 kg sabu-sabu dari Pekanbaru ke Surabaya naik pesawat, tapi juga nekat menggunakan modus yang sebetulnya bukan modus baru. Sudah sangat sering penyelundup narkoba tertangkap ketika menggunakan cara ini, yakni memasukkan sabu-sabu ke dalam sol sepatu.

“Mereka ditangkap karena ketahuan meembawa sabu-sabu saat melewati area pemeriksaan bandara,” ungkap Executive General Manager SSK II Pekanbaru, Jaya Tohama Sirait kepada wartawan di Pekanbaru, Riau, kemarin siang.

Ia kisahkan, sekitar pukul 05.00 WIB di lantai dua bandara, tepatnya di pintu pemeriksaan yang hendak menuju ruang tunggu, petugas Avsec melihat gerak-gerik mencurigakan dari sejumlah calon penumpang. Lebih-lebih karena semua mereka mengenakan sepatu yang hampir sama, yakni mereka Ardiles dan Bata. Selanjutnya dilakukan deteksi dan pemeriksaan terhadap mereka.

“Oleh teman-teman (Avsec) mereka digeledah satu per satu dan ditemukan di dalam sol sepatu mereka sabu-sabu,” kata Jaya Tohama.

Total barang bukti yang diamankan petugas dari kedelapan pria asal Aceh itu adalah 34 bungkus satu-sabu. Setelah ditimbang beratnya 4,1 kg. “Diperkirakan satu bungkusnya berisi sekitar 110 gram,” ujarnya.

Selain delapan pelaku dan barang bukti sabu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 7 pasang sepatu merek Ardiles, sepasang sepatu merek Bata, lima buah jam tangan, belasan handphone berbagai merek, dan uang tunai Rp 2,9 juta.

Terakhir, Susanto juga menyampaikan apresiasinya kepada petugas Avsec bandara yang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu dari Pekanbaru ke Surabaya itu. “Dalam hal ini yang paling utama adalah bagaimana kesigapan petugas Avsec yang pada pukul 05.00 WIB tetap waspada terhadap penyelundupan narkoba dan berhasil mereka gagalnya,” ujarnya.

Jaya menambahkan bahwa para pelaku berikut barang bukti sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. “Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satres Narkoba Polresta Pekanbaru,” demikian Jaya Tohama.(Tribun/Nrl)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS