89819 KALI DIBACA

Sering Transaksi Sabu, Pria Asal Manggeng Dibekuk Polisi

Sering Transaksi Sabu, Pria Asal Manggeng Dibekuk Polisi
example banner

Blangpidie | Realitas – Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa menahan seorang pria asal Dusun Teupin Batee, Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng, berinisial IS (28) karena kedapatan memiliki satu bungkus sabu seberat 0,30 gram beserta satu buah kaca pirek di Desa Lhang, Kecamatan Setia, Minggu (12/5/2019) malam sekira pukul 22.30 WIB.

IS yang bekerja sebagai wiraswasta itu, ditangkap polisi lantaran diduga sering melakukan transaksi sabu diseputaran wilayah Abdya terutama kawasan Manggeng hingga Kecamatan Setia.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Senin (13/5/2019) pagi membenarkan penangkapan IS yang kedapatan memiliki sabu dan diduga sering melakukan transaksi barang barang haram tersebut. Berbekal informasi dari sumber terpercaya, penggerakan IS mulai dibuntuti polisi.

Tanpa menyadari telah dipantau polisi, IS malah terus nekat melakukan transasksi sabu meski tanpa memikirkan resiko jeratan hukuman yang akan menimpanya.

“Hasil informasi itu lansung kita tindaklanjuti, ternyata apa yang dicurigai oleh anggota selama ini benar adanya dan pelaku berinisal IS berhasil dibekuk polisi,” kata Kapolres Basori.

Pada saat penangkapan, pelaku tidak jauh dari lokasi komplek Mesjid Desa Lhang, Kecamatan Setia.

Personel Sat Res Narkoba dibawah pimpinan Kasat Narkoba Ipda Mahdian Siregar lansung mengintai pelaku yang sudah mulai bertingkah mencurigakan.

Begitu petugas meminta untuk menggeledah, justru pelaku menolak dan berusaha melenyapkan barang bukti dengan cara membuannya.

Akan tetapi, gerak-gerik pelaku terus dipantau petugas hingga ditemukan satu paket sabu beserta satu buah kaca pirek disaku kanan celananya.

Setelah melakukan koordinasi dengan kepala desa setempat, pelaku lansung dibawa ke Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya untuk di cek urine.

“Hasil urine menunjukkan pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu termasuk memilikinya,” terang Kapolres kepada awak media.

Atas perbuatan melawan hukum itu, pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan (2) sub Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman kurungan maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun ditambah denda paling sedikit Rp.800 juta hingga Rp.10 miliar.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan Sat Narkoba Polres Abdya, terhadap pelaku, polisi masih memintai keterangan lebih lanjut termasuk mencari sumber sabu itu didapat,” tutur Kapolres Basori.

Terakhir Kapolres Basori mengemukakan, kalau masalah narkoba tidak dilihat besar kecilnya barang bukti yang didapat.

Namun justru pihaknya terus mengupayakan agar peredaran narkoba di Abdya terus berkurang dalam setiap tahunnya. “Siapa yang berani menggunakan narkoba, berarti di harus siap-siap berhadapan dengan pihak hukum,” demikian tandasanya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS