Serdang Bedagai | Realitas – Maraknya di Media Sosial Facebook ribuan ikan dan udang mati membusuk disungai Bedagai diduga akibat limbah Tapioka Cempedak Lobang dan Pergulaan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara.
Warga sungai Bedagai menemukan ribuan ikan dan udang yang sudah mabuk dan mati hingga membusuk terapung di sungai Bedagai pada Jumat (03/5/2019) sampai Minggu (05/5/2019) warga datang berduyun-duyun ke pinggiran sungai Bedagai melihat dan mengambil Ikan dan Udang sedang mabuk dan mati akibat PT. Terindo dan PT. STS diduga membuang limbah Tapioka kesaluran sungai Bedagai.
Menurut informasi tokoh adat Melayu Azwin melalui telepon selulernya pada Selasa (07/5/2019) Pukul 09:50 Wib berharap kepada Pemerinta Kabupaten Serdang Bedagai melalui Kakan Lingkungan hidup segera memberikan peringatan keras terhadap para Pengusaha Tapioka karena telah membuang limbah ke sungai Rampah/Bedagai, yang membawa akibat merusak lingkungan dan habitat sungai, setelah adanya kejadian tersebut ato Azwin mempublikasikan ke Media Sosial Facebook bahkan diterbitkan ke Media Online maupun Media Masa Koran.
Lanjut Azwin, ratusan bibit ikan Nila yang dilepas Bupati Serdang Bedagai dalam acara Lomba Dayung di Sungai Bedagai yang lalu habis mati karena limbah tersebut.
Tokoh Adat Bedagai Azwin mengatakan bahwa mabuk dan matinya ribuan ikan dan udang di Sungai Bedagai pada pertengahan Jum’at (3/5/2019) sampai Minggu (05/5/2019) diduga kuat akibat air limbah perusahaan Tapioka Cempedak Lobang dan Pergulaan Sei Rampah, karena saluran pembuangan air limbah tersebut terhubung dengan Sungai Rampah Hingga Sungai Bedagai.
Ato Azwin mengungkapkan bahwa dahulu Sungai Rampah dan Sungai Bedagai adalah sumber kehidupan bagi orang tua mereka. Air sungai tersebut digunakan untuk mandi, mencuci bahkan untuk diminum.
Namun Mei 2019 ribuaan ikan dan udang mati membusuk terapung di sungai Bedagai yang diduga kuat akibat limbah yang dibuang bertahun-tahun ke sungai tersebut.
“Kami menuntut pihak perusahaan guna memberikan kompensasi kepada masyarakat adat pemilik ulayat yang dirugikan dengan pencemaran Sungai Rampah dan Sungai Bedagai tersebut, kami juga minta Pemerintah Daerah guna meninjau lokasi pencemaran lingkungan itu,” tambah dia. (J.Irwansyahsilitonga/iqbal)



