22419 KALI DIBACA

Mantan Petinggi PTPN 1 Langsa Meradang “Kesengsaraan” Setelah Pensiun

Mantan Petinggi PTPN 1 Langsa Meradang “Kesengsaraan” Setelah Pensiun
example banner

Langsa | Realitas – Puluhan petinggi atau staf pejabat di lingkungan kerja PTPN 1 Langsa, setelah tercatat namanya sebagai eks karyawan pensiunan di perusahaan tersebut, ternyata keberadaan hidupnya selalu meradang dengan” kesensaraan” yang apabila kita ikuti alur ceritanya.

Terasa tidak dapat kita percaya, sebagaimana yang dipaparkan dalam kehidupan sehari-hari-nya.

Hal ini kita ketahui dalam orasinya pada aksi damai yang dilakukan di halaman Kantor Pusat PTP Nusantara I Langsa, Rabu (22/5/2019) oleh puluhan mantan petinggi, staf dan karyawan rendahan yang telah tercatat sebagai pensiunan karyawan-karyawati diperusahaan tersebut, yang menjadi sebuah tontonan oleh karyawati yang masih aktif.

Dalam aksi damai yang di lakukanya di halaman Kantor Pusat PTP-Nusantara I Langsa, para pensiunan ini menuntut hak mereka seperti, pembayaran uang cuti yang belum dibayarkan, uang kematian, pembayaran uang Santunan Hari Tua (SHT) yang pembayaranya di lakukan oleh pihak Perusahaan dengan cicilan yang pembayarannya tidak dilakukan secara teratur.

Hamler Saragi, selaku Kordinator unjuk rasa Aliansi Pensiunan PTPN 1 dalam orasinya mengatakan, pensiunan periode tahun 2013 sampai Mei 2019 sebanyak 952 dengan total uang Santunan Hari Tua (SHT) belum dibayar sebesar Rp. 105,3 milyar yang merupakan hak kami, boleh dikatakan sabagai hutang PTPN 1 kepada kami pensiunan, dan kami akan menuntut Dirut membayar SHT menjelang 1 Idul Fitri 1440 H dengan Nilai yang wajar.

“Kita berharap sampai akhir tahun 2019 harus lunas semua dan Direksi PTPN 1 harus membuat progres, kalau kami butuh dana untuk kehidupan sehari-hari, anak sekolah bahkan ada diantara kami yang tidak memiliki rumah serta sudah terbelit hutang, dengan harapan setelah pensiun uang SHT akan dibayarkan kepada tempat kami berhutang,” demikian dikatakannya.

Bukan sebaliknya, janji dari Direksi dengan bermacam alasan.

Kami heran masa PTPN 1 susah, karena dimasa komplik di Propinsi Aceh, PTPN 1 bisa membayar SHT walaupun dicicil jelas dan adakala pada saat itu bisa kawan-kawan yang pinjam lagi.

Terakhir kami terima lancar cicilan SHT itu sampai dengan Bulan Agustus 2018.

Menyikapi tuntutan tersebut pihak Dereksi PTPN 1 Langsa meminta kepada para pensiunan yang melakukan aksi damai tersebut, untuk bersabar dan memaklumi atas kondisi perusahaan saat ini dan mengenai persoalan ini, kita akan melaporkan kemanajemen Holding.

Karena kalau kita mau meminjam uang ke Bank pihak perusahaan sudah tidak ada lagi anggunan yang akan kita ajukan kepihak Bank,” demikian pemaparan yang diucapkan oleh pihak Direksi. (Effendi Musa)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS