62919 KALI DIBACA

Dirut Jemur Pensiunan PTPN 1 Langsa, Belum Ada Kejelasan Uang SHT Asuransi Dan Uang Kematian.

Dirut Jemur Pensiunan PTPN 1 Langsa, Belum Ada Kejelasan Uang SHT Asuransi Dan Uang Kematian.
example banner

Langsa | Realitas – Dirut jemur Pensiunan PTPN 1 Langsa dihalaman Kantor perkebunan plat merah belum ada kejelasan uang SHT asuransi dan uang kematian sudah hampir 4 tahun yang jumlah mencapai 165 orang.

Puluhan petinggi atau staff pejabat di lingkungan kerja PTPN 1 Langsa, setelah tercatat namanya sebagai eks karyawan pengsiunan di perusahaan tersebut.

Ternyata keberadaan hidupnya selalu meradang dengan “kesensaraan” dirut dan jajaran Direksisi bagaikan menyiksa para pensiunan yang sudsh puluhan tahun itu.

Karena sudah tidak Tahan janji-janji Dirut Ury Mulyari dan jajaran direksi setelah sekian lama menahan diri pada hari ini Rabu (22/5/2019) dengan terpaksa para pensiunan melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Pusat PTPN 1 perkebunan plat merah itu.

Dalam aksi damai yang dilakukanya di halaman Kantor Pusat PTPN 1 Langsa para pensiunan mantan pejabat Manager pabrik maupun Menager Kebun dalam lingkungan PTPN 1 Langsa.

Pantauan media ini, para pensiunan ini menuntut hak mereka seperti yang sudah lama hanya janji-janji saja, ujar para pengunjuk rasa.

Pembayaran uang cuti yang belum dibayarkan, uang kematian, pembayaran uang Santunan Hari Tua (SHT) yang pembayaranya di lakukan oleh pihak Perusahaan dengan cicilan yang pembayarannya tidak dilakukan secara teratur.

Juru bicara pendemo Hamler Saragi, dari Aliansi Pensiunan PTPN 1 dalam orasinya mengatakan, pensiunan periode tahun 2013 sampai Mei 2019 sebanyak 952 dengan total uang Santunan Hari Tua (SHT) belum dibayar sebesar Rp.105,3 milyar yang merupakan hak para karyawan yang sudah pensiun, boleh dikatakan sabagai hutang PTPN 1 kepada kami pensiunan, ujar nya.

Dan kami akan menuntut Dirut membayar SHT menjelang 1 Idul Fitri 1440 H dengan Nilai yang wajar.

“Kita berharap sampai akhir tahun 2019 harus lunas semua dan Direksi PTPN 1 harus membuat progres, kalau kami butuh dana untuk kehidupan sehari-hari, anak sekolah bahkan ada diantara kami yang tidak memiliki rumah serta sudah terbelit hutang, dengan harapan setelah pensiun uang SHT akan dibayarkan kepada tempat kami berhutang”, demikian dikatakanya.

Bukan sebaliknya, janji dari Direksi dengan bermacam alasan.

Kami heran masa PTPN 1 susah, karena dimasa komplik di Provinsi Aceh, PTPN 1 bisa membayar SHT walaupun dicicil jelas dan adakala pada saat itu bisa kawan-kawan yang pinjam lagi, terakhir kami terima lancar cicilan SHT itu sampai dengan Bulan Agustus 2018.

Menyikapi tuntutan tersebut pihak Direksi PTPN 1 Langsa meminta kepada para pensiunan yang melakukan aksi damai tersebut, untuk bersabar dan memaklumi atas kondisi perusahaan saat ini, dan mengenai persoalan ini, kita akan melaporkan ke managemen Holding, ujar Dirut PPTN 1 Langsa dihadapan para pendemo yang sudah lama pensiun.

Karena kalau kita mau meminjam uang ke Bank pihak perusahaan sudah tidak ada lagi anggunan yang akan kita ajukan kepihak Bank”, demikian pemaparan yang diucapkan oleh pihak Direksi, Ury Mulyari.

Yang aneh nya Dirut cuma mengucap berulang kali ini semuanya akan kita laporkan ke pihak Holding.

Ury Mulyari dihadapan para pengunjuk rasa juga menyebutkan, tidak pengenal ada aliansi ini aliansi itu kalau masalah karyawan pensiunan ini akan kami laporkan kepada pihak Holding biar Holding yang bisa menyelesaikan masalah ini.

Setelah beberapa jam pertemuan antara pihak dirut dan jajaran Direksi di halaman kantor PTPN Langsa menjelang jam 12 .00 WIB siang akhirnya perwakilan unjuk rasa melakukan pertemuan di oproom kantor milik plat merah yang berkedudukan di Wilayah Hukum Pemko Langsa Aceh.

Hasil pertemuan didalam oproom antara dirut/direksi dengan pAra pensiun
Kesimpulan :
– Penyelesaian jangka pendek pola cicilan
– Penjelasaian jangka panjang , dengan pelunasan
– Ada solusi holding pelepasan area kp karyawan pensiun.

Permohonan kembali permintaan pensiunan untuk pertemuan kembali akan dijadwalkan menurut direksi.

Komitmen pernyataan yang disiapkan pensiunan tidak ditanda tangani dirut, hanya menjadi perhatian saja.

Dalam pertemuan belum ada sebuah kesepakatan yang jelas namun akan di jadwalkan nanti dalam seminggu ini.

Media ini mencoba menghubungi Humas PTPN 1 Rabu siang (22/5/2019), Dedi Mulyadi menyebutkan mengakui adanya demo di halaman PTPN 1 Langsa yang dilakukan oleh bapak bapak pensiunan PTPN 1 Langsa.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, sampai siang tadi belum ada hasil yang jelas, pihak dirut dan Direkrsi akan melaporkan kepada Holding dulu dan pihak yang di utuskan yang mewakili pengunjuk rasa diminta untuk merem buk kembali karena ada sebuah solusi akan diganti dengan tanah lahan PTP N 1 Langsa, namun belum ditanggapi oleh para pensiunan.

Dalam minggu ini kembali dilakukan pertemuan oleh kedua belah pihak antara pihak Dirut, direksi juga pihak pensiunan.

Dedi dengan tegas mengatakan, berulang kali belum ada kesimpulan kedua belah pihak, ujarnya di ujung telpon yang katanya sedang dalam perjalanan menuju ke Pulau Tiga dalam rangka Safari Ramadhan disana.
(H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS