92119 KALI DIBACA

Ketua Kopkar Mon Madu H Hasan Basri : Pernyataan Humas PTPN I Kepada Media Tidak Sesuai Fakta Lapangan

Ketua Kopkar Mon Madu H Hasan Basri : Pernyataan Humas PTPN I Kepada Media Tidak Sesuai Fakta Lapangan
example banner

Langsa I Realitas – Ketua Koperasi Mon Madu PTPN 1 Langsa H Hasan Basri,  SH MH, bantah pernyataan Humas PTPN 1 Langsa yang disampaikan kepada sejumlah wartawan dan dimuat di salah satu media Online.

Dengan judul Direksi PTPN 1 bantah telah membeli 17 unit mobil Mewah.

Mau mereka beli atau rental silakan tetapi bayar dulu uang kontrak mobil milik Kopkar Mon Madu yang sudah mereka pakai selama ini.

Pengurus  koperasi karyawan PTPN 1 Mon madu melalui Ketua 1 (H. Hasan Basri, SH.,MH melakukan hak jawab atas pemberitaan terhadap kopkar PTPN 1 Mon Madu di salah satu media online di Aceh terbit Jum’at (10/5/2019), adalah berita tidak sesuai fakta dan Desmanto (dirops) melalui Humas PTPN 1 telah melakukan pembohongan publik , dan pengurus kopkar PTPN 1 melalui salah satu media online menyatakan hak jawab , dimana kalau perawatan mobil yang disewakan ke PTPN 1 tetap kopkar lakukan perawatan kalau tidak mobil sudah hancur tidak bisa jalan dan dirut dan direksi juga mobil mewah operasional rutine termasuk mobil lainya tetap dalam perawatan, ujar H Hasan Basri.

Mobil yang digunakan oleh Dirut launcuiser perado dan direksi lain Toyota Fourtune aman aman aja begitu juga mobil dinas lainnya, malah sebaliknya mobil penumpang dalam kontrak untuk dinas askep bisa bisa digunakan lansir buah hingga mobil rusak dan peok-peok body dan rusak juga yang digunakan tidak sesuai kesepakatan dalam diktum kontrak asal adalah unit dauble cabin triton memang dikebun baru dan kebun pulau tiga kita tarik dan kita perbaiki tapi tidak kita kembalikan  ke PTPN 1 karena akan lebih parah dugaan kita rusaknya terlebih PTPN 1 berbulan bulan pakai tidak bayar, dan dibulan maret 2019.

Pengurus membicarakan diskusi beberapa hal untuk kelangsungan usaha bisnis kopkar dengan Desmanto (dirops) diruang kerjanya disaat itu Desamnto (dirops) mengatakan, nanti bulan mei 2019 habis kontrak mobil kopkar mon madu dikembalikan, kita diskusi kalau dapat mobil kopkar di PTPN 1 yang kami masih leasing diperjang terutama mobil mewah dirut kopkar Mon Madu masih harus melunasi leasing ke funance tetapi Desmanto (dirops) tetap ngotot prinsip semua dikembalikan karena katanya kepada kami pengurus direksi akan menganti semua mobil baru melalui Vendor yang kuat bisa bantu PTPN 1 tidak bayar sampai enam bulan dan itu kami catat dalam Notulen rapat yang tidak kami rekam penyataan desmanton (dioprs), bagi kami mungkin itu keinginan direksi praduga kami juga saat itu direksi sudah mempersiapkan vendor khusus bawaan salah seorang direksi dari medan,

Dalam perjalanan saya, Jum’at (10/5/2019)
menerima Wa surat dari Desmanton (dioprs) tentang pengembalian 10 unit kenderaan dan memasalahkan karena kita sudah diberitahukan saat pertemuan dan sempat teleponan saya selaku ketua 1 kolkar hanya mohon mobil dikembalikan tolong sewa sudah tertunda 8 bulan dan hutang kerjaan lain bapak bantu bayar jawaban disesuaikan kemampuan casflow.

Padahal kopkar Mon Madu berisiko membayar leasing dana harus mem PHK karyawan kopkar sampai 50 orang lebih tapi itulah resiko bagi kopkar mon madu walaupun masa masa sulit PTPN 1 terlebih lebih masa komplik di Aceh tidak ada yang mau kerjasama vendor dengan PTPN 1 tapi kopkar Mon Madu yang membantu sepenuhnya disegala hal termasuk kopkar Mon Madu saat PTPN 1 tidak dipercayai oleh Perbankan, PTPN 1 ambil kredit
Di bank Agro, masa itu jaminan asset kopkar mon madu tapi itu sejarah walaupun direksi sakarang selaku penasehat kopkar Mon Madu tidak mengakui bagi kami pengurus Hana Masalah, karena kopkar Mon Madu dulu tahun 80 an dibangun/dibentuk oleh direksi bersama sama karyawan didasarkan UU koperasi dan perusahaan harus membina.

Bukan sebaliknya menghancurkan kata ketua 1 bersama pengurus lain Kopkar PTPN 1 Mon Madu, hadir kopkar Mon Madu untuk anggota bukan pribadi pengurus dan kami pengurus hanya mennjalani amanah anggota dalam rat kalau anggota menganggap pengurus berhenti tentu kita semua pengurus siap sesuai ad/art namanya amanah anggota, yang jelas kopkar PTPN 1 mon madu sudah tidak ada pembinaan lagi dari direksi hal ini kelihatan dari tidak ada kegiatan dari PTPN 1 dengan alasan.

Dirksi sistem dan mencari vendor yang kuat dan ini jelas dikatakan ke pengurus, maka pengurus melalui media lintas Aceh memberi hak jawab bahwa yang disampaikan humas tidak benar dan pembohongan publik , terkait pemberitaan di media yang terbit kami dikonfirmasi kebenaran pengembalian kendaraan kami jawab benar dan tidak ikut tender kami jawab tidak diundang , terkait hutang PTPN 1 kekopar Rp.7 M benar dan dibayar cicil, jadi sakali lagi saya katakan pernyataan Desmanto (dirops) melalui Dedy Mulyadi (
humas) adalah pembohongan publik silahkan aja PTPN  1 memasukan mobil baru dan mengunakan vendor dari medan itu hak direksi tidak ada urusan dengan pengurus kopkar PTPN 1 yang penting hutang kekopkar dibayar sesuai isi kontrak.

Menurut Hasan Basri, tidak ada satu  pasalpun yang mengatakan PTPN 1 akan membayar kalau ada uang dan pasal pembayaran jelas jadi tidak usah beralasan direksi PTPN 1 dengan memasukan mobil baru dari vendor yang penting hutang dibayar apalagi itu hutang masa direksi dirut  Uri Mulyari.

Hasan Basri, sangat menyayangkan direksi janganlah membuat komplik baru seharus nya Direksi membina lah kearifan lokal dengan membatu menghidupkan usaha usaha bisnis kecil dan menengah Lokal dan semua kita mengharapkan PTPN1 lebih bagus kedepan dibumi aceh masa komplik saja ptpn 1 eksis ada BUMN PTPN 1 di Aceh untuk mendukung pembangunan diaceh sesuai Tri Darma perkebunan dan saya masih ingat salah satu deputi BUMN saat itu mengatakan adanya BUMN PTPN 1, BUMN PIM masih ada NKRI di Aceh untuk mendukung pembangunan di Aceh , tutup Hasan Basri yang juga salah seorang Advokat Peradi. (Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS