25019 KALI DIBACA

Anggota TNI Jadi Terduga Pelaku Mutilasi Fera

Anggota TNI Jadi Terduga Pelaku Mutilasi Fera
example banner

Kapolda Sumatra Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menyatakan terduga pelaku mutilasi terhadap Fera Oktaria adalah pria berinisial DP, anggota TNI berpangkat Prajurit Dua.

Fera ditemukan tewas di kamar penginapan Sahabat Mulia, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Berdasarkan pemeriksaan terhadap kedua keluarga, penyidik memastikan ada hubungan asmara yang terjalin antara DP dan korban selama empat tahun.

Polisi bekerja sama dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/Sriwijaya karena kuat dugaan pembunuh Fera adalah anggota TNI.

“Secara otomatis hasil penyelidikan sementara ini akan kami serahkan ke Denpom. Mulai dari penelitian ilmiah dan pengumpulan barang bukti. Kami akan berkordinasi dengan Kodam II/Sriwijaya untuk menindaklanjuti kasus ini,” ujar Zulkarnain, Senin (13/5).

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan mengatakan penyidik Denpom sudah melakukan penyelidikan. Di antaranya meminta keterangan dari orang tua korban serta mencari keterangan dan bukti-bukti terkait peristiwa pembunuhan tersebut.

Djohan mengatakan penyidik sudah menyiapkan administrasi dan melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk proses pengembangan penyelidikan dengan terus berkoordinasi dengan Polda Sumsel.

Dia menambahkan, DP sudah tidak hadir sejak 4 Mei lalu di tempatnya berutgas sekaligus mengenyam pendidikan di Sustaif Rindam II/Sriwijaya Baturaja.

“Belum dinyatakan disersi. Kalau sudah 31 hari tidak masuk tanpa izin itu baru yang bersangkutan dinyatakan disersi. Sekarang DP ini masih kita cari,” ujar dia.

Untuk mempersempit gerak Prajurit Dua DP, polisi militer sudah menyebar foto yang bersangkutan di wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya di Sumselm Bengkulu, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung. Prada DP sudah dinyatakan buron dalam hal ini.

“Kemungkinan oknum anggota TNI ini bersembunyi dan berdiam diri di suatu tempat. Kita sebar foto untuk membatasi ruang gerak terduga agar bisa segera ditangkap. Kodam II/Sriwijaya tidak akan melindungi atau mentolerir oknum yang seperti itu. Karena itu, kami terus melakukan pencarian,” kata Djohan.

Fera ditemukan tewas di kamar penginapan di Muba pada Jumat (10/5). Penyidik tengah menyelidiki sidik jari yang tertinggal di kamar tersebut, yang diduga milik pelaku. Hingga saat ini, DP, terduga pelaku pembunuhan Fera masih buron.

Urusan Asmara

Polda Sumatera Selatan menggandeng aparat Kodam II/Sriwijaya dalam penyelidikan kasus penemuan Fera Oktarina (20) yang tewas di dalam kamar penginapan di Musi Banyuasin, Jumat (10/5) lalu. Salah satu oknum anggota TNI diduga berperan dalam tewasnya kasir minimarket tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan saat ini penyidik belum bisa memastikan dan menangkap pelaku yang diduga berjumlah dua orang tersebut.

“Ini isu yang berkembang di media sosial, ramai menyudutkan anggota TNI tersebut. Kami terus koordinasi dengan TNI agar tidak miss komunikasi. Kami belum bisa memastikan itu, baru dugaan sementara,” ujar dia.

Supriadi mengatakan penyidik telah memeriksa 6 orang saksi terkait dugaan pembunuhan terhadap Fera Oktarina. Namun penyidik belum bisa memberikan hasil penyelidikan karena masih mengejar pelakunya.

“Kalau memang anggota TNI pelakunya, akan diproses oleh hukum peradilan militer. Berkas perkara kita serahkan ke Pomdam II/Sriwijaya. Tapi sekarang penyelidikan masih lanjut, tidak boleh berasumsi dulu,” ungkap dia.

Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Infanteri Djohan Darmawan membenarkan bahwa salah satu anggota TNI diduga merupakan pelaku pembunuhan.

Pihaknya telah menerima laporan tersebut dari keluarga korban dan kini sedang diselidiki. Anggota yang dimaksud adalah Prajurit Dua DP (22), yang sedang mengenyam pendidikan di Sartaif Rindam II/Baturaja.

“Saat ini yang bersangkutan dilaporkan tidak hadir tanpa izin. Ini masih dugaan dan masih diselidiki oleh Pomdam II/Sriwijaya,” ujar dia.
Lihat juga: Sopir Purnawirawan Inisiatif Pakai Plat TNI Bawa Nasi Bungkus

Saat ini pihak TNI bersama Polda Sumatera Selatan berkoordinasi dan bekerja sama untuk mengungkap kasus tersebut. Dia memastikan akan menghukum dengan undang-undang yang berlaku apabila oknum tersebut terbukti membunuh.

“Penyelidikan kita lakukan dulu apakan ada benang merahnya ketidakhadiran DP ini dengan meninggalnya FO. Kami pastikan oknum TNI akan diproses hukum yang berlaku bila terbukti melakukan tindakan pidana,” kata Djohan.

Terpisah, Suhartini (50), ibu kandung korban berujar, DP merupakan mantan pacar dari adiknya Fera. Fera mengaku pernah diancam oleh DP karena memutuskan hubungan mereka. Selama DP dan Fera menjalin hubungan asmara pun, Fera mengaku sering diperlakukan secara kasar.

“Anak saya pernah dipukul selama mereka pacaran. Dia tidak berani melawan karena tidak ada yang menolong, jadi anak saya tidak mau lagi pacaran dengan dia itu,” kata Suhartini.
Lihat juga: Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bengkulu

Setelah memutuskan hubungan yang telah dijalin sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, DP selalu meneror dan mendatangi Fera.

“Kawan-kawan Fera juga cerita kalau Fera ini mengeluh dengan perilaku DP itu, cuma tidak bisa apa-apa. Fera juga orangnya pendiam dan hanya mau cerita kalau sudah mendesak saja,” kata Suhartini.

Sebelumnya diberitakan, pengelola penginapan Sahabat Mulia mencium bau busuk menyengat dari dalam kamar 6 Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (10/5).

Usai melapor ke kepolisian, aparat menemukan jenazah Fera Oktarina (21), warga Lorong Indah Karya, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Sumsel. Jenazah disembunyikan di dalam kasur springbed. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tangan kanannya terpotong.(cnn)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS