17619 KALI DIBACA

Tim SGC Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Tiga Begal Perampas HP Pengojek Online

Tim SGC Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Tiga Begal Perampas HP Pengojek Online
example banner

Jakarta | Realitas – Tiga tersangka begal yang biasa mengincar telepon genggam milik pengojek online, ditangkap tim Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres Jakarta Timur di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tersangka Nalendra Fahmi, 18, Rizki Bayu, 19 dan Parizal Liansyah, 20, harus mendekam di ruang tahanan.

Dari tangan ketiganya, petugas mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk melancarkan aksi begalnya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat pelaku merampas handphone milik pengemudi ojek online.

“Saat itu korban sedang melintas di Jalan Raya Kalimalang menuju Bekasi tiba-tiba dipepet tiga orang pelaku,” kata Kombes Pol Ady, Jumat (22/2/2019).

Usai memepet korban, kata Kapolres, pelaku langsung berupaya mengambil ponsel yang ditempel di bagian depan motor korban.

Mengetahui ponselnya akan diambil, korban pun langsung berusaha melarikan diri hingga aksi saling kejar tak terelakan lagi.

“Saat itu juga pelaku sudah mulai mengacungkan senjata tajam yang dipegangnya,” ujar Kombes Pol Ady.

Secara bersamaan, sambung Kombes Pol Ady, tim SGC Rajawali yang dipimpin Katim Aiptu Ronggeng Maryono melintas.

Petugas yang ada melihat hal tersebut dan berupaya melakukan pengejaran.

“Tim Rajawali berpapasan dengan begal yang sedang mengincar korbannya itu, makanya langsung di kejar,” terang Kapolres.

Tidak butuh waktu lama, kata Kapolres, petugasnya berhasil menangkap kawanan begal tersebut.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita senjata tajam (sajam) jenis celurit yang mereka bawa untuk menakuti korbannya.

“Tiga orang kami tangkap dan kami juga sita celurit yang mereka bawa,” sambung Kapolres.

Dari pengakuan para tersangka, lanjut Kombes Pol Ady, kawanan begal ini kerap menjalankan aksinya di sekitar Kanal Banjir Timur (KBT), Kalimalang, Bintara, dan di sekitar wilayah kantor Walikota Jakarta Timur.

“Mereka biasanya memaksa korban dengan sajam, lalu mengambil ponsel dan motor milik korbannya,” pungkas Kombes Pol Ady. (H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS