64219 KALI DIBACA

Tiga Penasehat Hukum Dampingi Epong Reza, Jaksa Diminta Segera Limpahkan Berkas Ke PN Bireun

Tiga Penasehat Hukum Dampingi Epong Reza, Jaksa Diminta Segera Limpahkan Berkas Ke PN Bireun
Ari Syahputra, SH
example banner

Bireuen | Realitas – Tiga Penasehat Hukum dampingi Epong Reza, Jaksa diminta segera limpahkan berkas ke PN Bireuen.

Ketiga Penasehat Hukum masing-masing Ari Syahputra, SH, Muhammad Zubir, SH dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) dan H A Muthallib Ibr, SE.,SH.,Msi.,Mkn yang juga pemilik Media Realitas.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, diharapkan dapat segera melimpahkan berkas perkara UU ITE, yang menjerat Epong Reza wartawan media online di Kabupaten Bireuen, ke Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Demikian disampaikan Penasihat Hukum Epong Reza alias M Reza, Ari Syahputra SH kepada Awak media, Sabtu (23/02/2019).

Muhammad Zubir, SH

 

Kami meminta, kasus hukum yang berbuntut penahanan wartawan di Bireuen ini, segera dilimpahkan ke pengadilan.

Agar disidangkan dalam waktu dekat, supaya jelas letak permasalahan tersebut, dan kita minta klien kami harus berani membuka di pengadilan nanti, ujar Ari.

“Saya menilai perkara yang menjerat klien kami ini, merupakan sengketa pers dan seharusnya diselesaikan secara jalur pers, saya harap JPU segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan, biar semua jelas sesuai fakta persidangan,” ungkap Ari Syahputra.

H A Muthallib Ibr, SE.,SH.,Msi.,Mkn

 

Dia menyayangkan tindakan penegak hukum, karena mengesampingkan UU No 40/1999 tentang pers, dalam penyelesaian persoalan tersebut, sehingga Epong Reza harus meringkuk dalam penjara, karena menulis berita dan dijerat atas nama pribadi.

Setelah membagikan link berita melalui akun facebook.

Sementara itu H A Muthallib Ibr kepada sejumlah wartawan secara terpisah Sabtu (23/02/2019) menyebutkan kasus yang menimpa epong reza harus di selesaikan lewat UU No:40/1999, semua yang menyangkut tentang tugas wartawan sudah diatur dengan jelas.

“Kenapa tidak diajukan hak bantah, kalau memang merasa keberatan dengan berita itu, ini yang membuat kami heran,” ujar H A Muthallib, yang juga dosen Fakultas Hukum Unsam.

H A Muthallib, yang juga mantan Wakil Ketua PWI Aceh ini, meminta kepada Epong Reza harus buka-bukaan nanti di Pengadilan, karena kasus ini seperti dipaksakan untuk menjeratnya dengan UU ITE, sangat heran kita melihatnnya, ujarnya lagi.

H A Muthallib yang juga ketua YARA Langsa, meminta Epong Reza membuka semua persoalan ini di PN nanti, tidak ada yang harus ditutupi kasus ini, kita harap Epong Reza membuka semua yang harus diketahuinya termasuk vidio rekamannya dan saksi kunci, nanti kita hadirkan dalam kasus ini, ujarnya.

Sebelumnya media ini memberitakan Sabtu (25/08/2018), Merasa Kebal Hukum Adik Bupati Bireuen Diduga Terus Gunakan Minyak Subsidi Untuk Perusahaan Raksasa.

Angkutan truk milik perusahan besar dan ternama PT. Takabeya Perkasa sampai hari ini Sabtu (25/8/2018) masih mengisi bahan bakar solar bersubsidi yang di peruntukkan untuk rakyat kecil di Kabupaten Bireuen.

Anehnya lagi armada perusahaan besar ini terlihat sangat berani mengisi BBM pada siang hari di SPBU No 13.242.406 Desa Sawang Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, provinsi Aceh.

Diduga sampai saat ini seluruh kendaraan operasional dan alat berat perusahaan milik Adik kandung Bupati Bireuen PT. Takabeya Perkasa tidak perduli menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Padahal semua sudah di sebutkan penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat melanggar Pasal 55 Pasal 56 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara Maksimal 6 Tahun dan denda maksimal Rp 60 miliyar.

Informasi yang diperoleh media ini yang bernama Zurhardi 42 tahun menyebutkan, industri milik Adik Bupati Bireuen selama ini masih saja mengkonsumsi Solar.

Terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan raksasa tersebut.

Seperti sejumlah sumber lainya Nurdin amin yang juga ikut menyaksikan pada siang Hari Sabtu (25/08/2018) pada pukul 12:00 sampai sore hari saat berlangsungnya pengisian BBM itu kepada media ini sambil tersenyum menuturkan, sepertinya mereka terkesan kebal hukum dan enggan menggunakan BBM industri, karena ingin meraup untung besar sehingga solar bersubsidi yang merupakan hak masyarakat kecil bisa di sikat habis.

Pantauan Media ini, sabtu sekitar pukul 12:00 wib Sabtu (25/08/2018) terlihat di SPBU No 13.242.406 Desa Sawang kecamatan peudada kabupaten Bireuen.

Deretan dum truk Milik PT. Takabeya Perkasa sedang mengisi solar subsidi di SPBU itu.

Tidak sedikitpun ada rasa takut dengan ulah mereka yang melakukan pelanggaran tersebut.

Sementara itu pegawas SPBU tersebut Muslim 28. Tahun yang di temui Media ini Sabtu (25/8/2018) di lokasi terkait masalah minyak subsidi itu, megatakan memang tidak di benarkan sesuai adminisrasi tapi kalau untuk mobil tidak masalah kata pegawas SPBU tersebut.

Penegak hukum di Kabupaten Bireuen di minta jangan tutup mata coba segera melakukan penyelidik kasus minyak bersubsidi yang selama ini digunakan oleh perusahaan besar di daerah ini. (Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS