31619 KALI DIBACA

Kemenkes Waspadai Pencemaran Lingkungan Pasca Tsunami Anyer

Kemenkes Waspadai Pencemaran Lingkungan Pasca Tsunami Anyer
example banner

Jakarta | Realitas – Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyebut tsunami Anyer dan Lampung kali ini berbeda dengan tsunami di Palu.

Dampak kesehatan yang berasal dari lingkungan mendapat perhatian khusus.

“Kalau di Palu, semua mengungsi. Di sini masih banyak yang tinggal,” kata dr Achmad Yurianto, Kepala Pusat Krisis Kesehatan, ditemui di RSUD Berkah Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018).

Untuk saat ini, dr Achmad menyebut ancaman risiko kesehatan lingkungan belum terlalu besar.

Namun biasanya, dampak kesehatan dari lingkungan cenderung makin meningkat seiring berjalannya waktu.

“Contoh sederhana, kalau di situ bangkai binatang, hari pertama hari kedua nggak apa-apa bangkainya, lama-lama busuk, mulai nyebar ke mana-mana mencemari air dan sebagainya,” jelasnya.

Terkait risiko tersebut, Kementerian Kesehatan telah menerjunkan tim surveilance dari P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit).

Tim ini akan melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk kontrol air bersih.

Sementara Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, timnya juga menyediakan disinfektan untuk mencegah dampak dari lingkungan.

Ia menyarankan agar korban luka maupun meninggal dunia segera ditangani agar tidak berdampak pada lingkungan. (dc/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS