Blangpidie | Realitas – Puluhan ribu warga memadati Halaman Kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) untuk mendengar Tabligh Akbar Dai kondang asal Pekanbaru, Provinsi Riau, Ustadz Abdul Somad Lc MA (UAS) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Senin (26/11/2018) jelang sore sekira pukul 15.00 WIB.
Informasi yang dihimpung wartawan, kedatangan UAS dan rombongan di jemput oleh panitia pelaksana pada perbatasan antara Nagan Raya-Abdya untuk dijamu makan siang di Kantor Bupati Abdya.
Kedatangan UAS disambut langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Ketua DPRK Zaman Akli, mewakili unsur Forkompinkab, Sekda Abdya Drs Thamren, dan sejumlah jajaran Pemkab Abdya lainnya.
Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Tgk H Muhammad Fadhil Lc mengatakan, sebelum tiba di Abdya, UAS terlebih dahulu mengisi ceramah di Sabang dan Kota Banda Aceh.
Setelah dari Abdya nanti, beliau akan memenuhi undangan salah satu pesantren di Kabupaten Aceh Selatan.
Selanjutnya, UAS juga akan mengisi ceramah di Kota Subulussalam dan malamnya memberikan ceramah Maulid di Kabupaten Singkil baru kemudian terbang ke Palembang dengan agenda yang serupa.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT dalam acara itu, sangat senang dengan hadirnya UAS untuk kedua kalinya di Abdya.
“Ini merupakan keinginan kita bersama dalam rangka mensukseskan acara maulid.
Kegiatan ini murni dari sumbangan bersama dan untuk kita semua dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Abdya.
Semua ini upaya untuk menciptakan Abdya menjadi daerah yang bersyariat tentunya dari diri kita dulu baru untuk semuanya,” singkat Muslizar dalam acara itu.
Isi ceramah yang disampaikan UAS di hadapan puluhan ribu warga yang menyesaki halaman Kantor Bupati Abdya tidak asing lagi didengar oleh masyarakat seluruh penjuru tanah air.
Dimana, UAS sudah sering menyampaikan nasihat yang bermanfaat lewat unggahan di media sosial dan YouTube.
Pesan paling mendalam yang disampaikan UAS yakni agar semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak berkhianat dengan pekerjaanya.
Dimana, gaji yang selama ini dibayar dengan uang rakyat harus bisa didapat dengan cara halal bukan justru menjadi haram.
Umpanya, seorang abdi negara itu harus bekerja dengan maksimal sesuai jam kerja yang sudah diberikan.
Bukan justru sebaliknya, bekerja sesuka hati sehingga dirinya akan memakan gaji buta.
“Untuk itu, saya mengingatkan kepada kita semua agar disiplin dalam bekerja dan dapatkanlah rezeki itu dengan cara halal untuk dimakan,” tutur UAS dalam salah satu isi ceramahnya. (Syahrizal/iqbal)



