39919 KALI DIBACA

Usai Di Gerebek Iwan Syah Putra Penjual Es Hijrah Profesi

Usai Di Gerebek Iwan Syah Putra Penjual Es Hijrah Profesi
Iwan Syah Putra (34) Kerap disapa Wan Kamelo kini hijrah Professi usai di grebek di sangka penjual es alias sabu-sabu ternyata es kamelo akibat canda kedua sahabat hingga berurusan pihak kepolisian
example banner

Aceh Timur | Realitas – Perjuangan hidup meraih rejeki halal apa saja di lakukan, Iwan Syah Putra (34) kerap disapa Wan Kamelo dilahir pada tanggal 15 bulan Desember tahun 1984.

Sosok pemuda yang hidup sebantangkara, kedua orang tuanya telah tiada, Ia anak kedua dari tiga bersaudara, menetap di Gampong Jawa Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur.

Wan Kamelo disapa karena bermula dari profesi penjual es kamelo keliling, walau lulusan D3 Akutansi keuangan perbankkan, tetap tidak berkerja keras kini ia menyusaikan dengan penampilan sederhana terselip dibahunya berisikan fasilitas jurnalis.

Semua usaha dijalaninya hingga hijrah profesi, dari penjual es keliling dan kini ia bercita-cita menjadi jurnalis profesional saat disampaikan dalam rangka mengenal HUT Sumpah Pemuda ke 90, di Idi Pusat Pemerintahan Aceh Timur, Warung Pojok, Senin (29/10/2018).

“Memahami hari sumpah pemuda harus cerdas dan berkarya tidak mudah mempercayai hoak dan setiap informasi harus objektif dan fakta,” Kata Wan Kanepo.

Menuturkan kisah pengerebekan Minggu siang cuaca yang kurang bersahabat itu, tiba-tiba penjual es kamelo keliling melintasi di salah satu warung nasi tempat bang Saleh (Alias) dan bertemu bersama rekannya.

Penjual es kamelo itu penuh penat menumpahkan air dari tubuh hingga membasahi baju, ia basah dipenuhi keringat.

Namun mungkin semangatnya mengais rejeki membumbung, dua gerobak yang berada di sepeda motornya, rehat dan berbincang bersama.

“Berprofesi penjual Es Komelo keliling ke Kecamatan, bertemu bersama kedua teman.”

Saat itu sedang istrirahat salah satu warung, Seraya kedua teman menayakan, Mengapa ?, bang iwan kok kagak ditahan menjual Es ?,” Siapa berani menangkap Es miliknya,” Sepontan Ujar Iwan, menjawab.

Meski kondisi kawasan itu sedang gencar- gencar narkoba namun, Ia tak pernah mengkonsumsi narkoba apalagi senis sabu-sabu. Ia pun tidak khwatir akan masalah diproses di polsek setempat.

“Dua temanya bercanda sambil menyapa, Mengapa dirinya tidak ditangkap, padahal penjual es, siapa berani nangkap es saya ?, itu jawabanya,” kata Iwan Kanepo.

Sementara kedua Tremos kanepo terselip di samping sepeda motornya berisi es kamelo, tetapi lelucon kerap digunakan kawan-kawan mengeledek dirinya, mengplesetin penyebutan sehingga menjadi kata-kata negatif sebutan narkoba, saat disampaikan Iwan Kepada awak media.

“Saya menjual es kanepo kedua teman bertanya, gimana udah habis es sembari bertanya, kok bisa tidak ditakap pihak keamanan, ia menjawab siapa berani menangka,” cetus Wan Kanepo

Kesalah pahaman pihak keamanan saat mendengarkan pembicaraan yang diduga salah menyebutkan dan akhirnya berurusan dengan kepolisian setempat.

“Berhati – hati dalam berbicara dan menjaga perkataan dan pentingnya komunikasi dalam berbicara.” ucap Wan Kanepo

Kedua termos es di periksa secara inten dan mengeluarkan hingga berantakan, terindikasi barang haram yaitu narkoba berjenis sabu sabu.

“Kedua Termos berisikan es kamelo di proses di bongkor di Polsek setempat, menjadi panik disaat kedua petugas memeriksa bawaan.” Ujar Iwan Kanepo.

Lanjutnya lagi, usai proses pemeriksaan tidak ditemukan indikasi narkoba malah, ia memperoleh uang sebesar Rp.50.000.” Kata Iwan.

Iwan kanepo mengaku, ketakutan dan panik hingga bergegas kabur menuju rumah. Lantaran usai di geledah dan diintrograsi membuat tidak berkoar diam dalam ketakutan akibat kehilangan komunikasi.

Kisah nyata ini, sengaja ceritakan ulang, sebagai merefleksikan peristiswa yang pernah saya alami bahwa betapa pentingnya informasi harus terlebih dahulu di analisa dengan baik dan akurat dibuktikan dengan fakta sehingga tidak terjadi kesalahan.

“Alhamdulillah usai di geledah tidak ditemukan barang haram itu jenis sabu-sabu yang kerap disebut es, kisah yang terjadi beberapa tahun yang lalu, akibat kesalahan berkomunikasi dan salah paham, hingga berurusan dengan pihak keamanan di hari HUT Sumpah Pemuda ke 90 hentikan hoak pelajari informasi objektif, ujar Iwan Syahputra ( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS