72419 KALI DIBACA

Dugaan Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik Di Abdya Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik Di Abdya Jadi Tersangka
Foto: Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH
example banner

Blangpidie | Realitas – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan mantan Kepala Desa (Keuchik) Gelanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, berinisial Is sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017 lalu.

Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH kepada wartawan, Selasa (30/10/2018) membenarkan bahwa Mantan Keuchik Geulanggang Gajah berinisial Is telah ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat (26/10/2018) lalu.

Untuk kasus tersebut, Jaksa telah meningkatkan ketahap penyidikan.

“Saat ini baru satu tersangka yang sudah kita tetapkan, yaitu Is.

Bisa jadi nanti akan menyusul tersangka baru, namun kita lihat fakta hasil penyidikan nanti,” katanya usai menghadiri acara Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Rencong di Mapolres Abdya.

Ditanya awak media mengenai kerugian negara dalam kasus tersebut, Kajari Abdur Kadir belum bisa menyebutkan secara detail, karena akan diinfokan lebih lanjut nanti.

“Yang pasti hasil Audit sudah ada, nanti akan kita gelar jumpa pers berbarengan dengan sejumlah kasus korupsi lainnya yang masih menunggu hasil audit BPKP Aceh,” ungkapnya.

Terkait dengan dugaan penyelewengan dana desa ini, kepada tersangka, tambah Kajdi Abdur Kadir, akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dalam Pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda antara 200 juta-1 miliar rupiah.

Sementara dalam pasal 3 dijelaskan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi, menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda 50 juta-1 miliar rupiah.

“Maka dari itu, kami meminta kepada rekan-rekan media untuk bersabar dulu, karena ada beberapa persoalan lain yang harus kita telusuri. Untuk kasus ini, jelas Is sebagai tersangka,” demikian ulangnya.

Diinformasikan sebelumnya, Kejari Abdya telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan secara marathon kepada aparatur Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya terkait penggunaan dana desa pada tahap pertama tahun 2017 senilai Rp.677 juta lebih atau 60 persen dari jumlah anggaran yang tersedia.

Pemeriksaan yang dilakukan jaksa itu, setelah menerima hasil opname tim Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Abdya beberapa waktu lalu.

Selanjutnya pada 1 Agustus 2018, pihaknya mulai melakukan penyelidikan dan memeriksa mantan Kepala Desa (Keuchik) dan Bendahara Desa Geulanggang Gajah.

Disamping itu, Jaksa juga telah memanggil sejumlah pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS