47819 KALI DIBACA

Tiba Di Abdya, Pejudo Disabilitas Asal Aceh Miftahul Jannah Disambut Haru

Tiba Di Abdya, Pejudo Disabilitas Asal Aceh Miftahul Jannah Disambut Haru
Foto: Realitas/Syahrizal Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT didampingi istrinya Safra Mulyana dan unsur Forkompinkab lainnya menyambut kedatangan Atlit Judo asal Aceh Miftahul Jannah di Kantor Bupati setempat, Kamis (18/10/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Pejudo asal Aceh Miftahul Jannah tiba di kampung halamannya, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu (17/10/2018) kemarin.

Atlet Judo disabilitas dalam Asian Para Games 2018 itu kembali mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Abdya di Kantor Bupati setempat, Kamis (18/10/2018).

Prosesi penyambutan itu dipimpin Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT didampingi Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, Sekda Abdya Drs Thamren, para asisten, staf ahli, Kepala SKPK, para Kepala Sekolah dari berbagai jenjang dan tamu undangan lainnya.

Nama Miftahul Jannah menjadi viral di kalayak ramai, bukan hanya di Abdya bahkan go Internasional.

Pasalnya, perempuan yang dibesarkan di Kabupaten Abdya itu, didiskualifikasi dari pertandingan judo Asian Para Games 2018 di Palembang karena memegang teguh prinsipnya untuk tidak melepas jilbab yang dikenakannya.

Meskipun dalam aturannya, panitia melarang atlet judo menggunakan pembalut kepala (jilbab) karena akan mengancam keselamatan atlet itu sendiri.

Rasa haru yang mendalam disampaikan Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa Miftahul Jannah merupakan sebuah contoh.

Dimana, dalam memegang teguh prinsipnya rela tidak bertanding demi menjaga auratnya.

Walau harus melawan aturan yang telah ditetapkan panitia dalam pertandingan tersebut.

“Atas nama Pemkab Abdya, kami haru dan bangga kepada Miftahul Jannah.

Walaupun tidak sempat bertanding, namun dirimu merupakan juara bagi kami semua terutama di bidang mempertahankan aqidah,” ungkapnya dalam acara penyambutan Miftahul Jannah di Kantor Bupati Abdya.

Wabup juga menyampaikan, jangan kerana mengejar prestasi lalu harus menghilangkan jati diri dan jangan karena mengejar dunia lalu harus menjual aqidah.

“Kita patut berbangga bahwa di tengah kita masih ada seorang perempuan yang dengan tekatnya mampu membawa nama harum Agama Islam dimata dunia.

Ini menjadi sebuah bukti bahwa menutup aurat itu adalah penting dan perintah Allah,” demikian ujar Muslizar.

Diinformasikan sebelumnya, Miftahul Jannah merupakan atlet yang lahir di Aceh Besar. Dia pernah tercatat menimba ilmu di SDLBN Susoh, Kabupaten Abdya, lantas melanjutkan ke SMPLB Aneuk Meutuah di Kota Jantho.

Tamat di sana, Miftahul Jannah melanjutkan sekolah SLBAN (SMA) Kota Bandung, Jawa Barat.

Saat ini ia menjadi mahasiswi Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah pada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Univewrsitas Pasundan, Jawa Barat.

Dengan tekat mempertahankan hijabnya itu, Miftahul Jannah kini kebanjiran hadiah baik berupa tabungan tunai, beasiswa bahkan hingga beberapa paket Umrah.

Salah satunya dari Pemkab Abdya menyerahkan paket beasiswa dan Bank Aceh juga memberikan tabungan sebesar Rp.75 juta untuk biaya pendidikan Miftahul Jannah. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS