167219 KALI DIBACA

Sekjen YARA Perwakilan Langsa : Minta Panitia Tender Tinjau Ulang Perusahaan Pemenang RS Rujukan Regional Langsa.

Sekjen YARA Perwakilan Langsa : Minta Panitia Tender Tinjau Ulang Perusahaan Pemenang RS Rujukan Regional Langsa.
Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA ) Perwakilan Langsa, Zulhazli Putra. SH.
example banner

Banda Aceh I Realitas – Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Langsa Zulhazli Putra, SH meminta pihak panitia segera batalkan hasil pengumuman atas penetapan PT Mina Fajar Abadi Jaya sebagai pemenang pekerjaan Proyek Rumah Sakit (RS) Rujukan Regional Langsa.

Kita melihat banyak kejanggalan atas pemenang yang di dapatkan oleh perusahaan yang sudah pernah bermasalah, ujar Zulhazli Putra, SH kepada Wartawan di Banda Aceh Selasa (02/10/2018) pagi.

Menurut Putra kita menduga adanya main mata pada saat pengumuman itu dilakukan tidak tertutup kemungkinan adanya main mata, untuk memenangkan proyek ini kepada perusahaan yang selama ini cukup bermasalah.

Kita minta juga pihak terkait baik tim KPK, KEJATI, dan Pihak POLDA Aceh, untuk segera melakukan penyelidikan banyak pihak menduga adanya permainan di saat proses tender proyek Rumah Sakit Rujukan Regional Langsa, yang menghabiskan dana mencapai Rp 38 miliyar Lebih, ujarnya lagi.

Kita akan mengawasi pembangunan Rumah Sakit Rujukan ini sampai tuntas, sekarang sudah mulai dikerjakan kita minggu lalu sudah kelapangan melihat kegiatan-kegiatan pembangunan kita sudah mengetahui kalau pekerjaan itu dibangun oleh perusahaan yang selama ini bermasalah, tutupi Putra.

Seperti sebelumnya diberitakan  Media Ini , Senin 1 Oktober 2018, Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Tgk Indra.SH Khawatir pengerjaan Proyek pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Kota Langsa yang dikerjakan oleh Perusahaan yang selama ini bermasalah dimana perusahaan tersebut sebenarnya sudah mengerjakan Proyek diberbagai Provinsi Daerah di Indonesia yang pernah tersandung Hukum ujar Tgk Indra.SH, hal ini diungkapkan kepada Media ini senin (01/10/2018).

Lebih lanjut Tgk Indra.SH mengatakan bahwa pemenang Kolam Renang yang Ambruk di Kabupaten Malang senilai 7,6 M Pernah Tersandung Kasus Hukum, pemenang Proyek Kolam Renang yang Ambruk di Kabupaten Malang dan menelan satu korban jiwa.

Sebelumnya juga dikabarkan Direktur PT.Mina Fajar tersebut juga pernah menjadi (DPO) dalam kasus proyek pembangunan dermaga di Alor yang menghabiskan Anggaran 20 Milyar Rupiah, sebelum dibekuk pada Rabu (03/02/2016) oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, proyek pembangunan kolam renang tahap IV PT Mina Fajar Abadi, dan sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim pengadilan Tipikor Klas 1A Kupang pada Hari Rabu 8 Juni 2016, untuk diketahui pembangunan dermaga di Bakalan, Kabupaten Alor menghabiskan anggaran Rp 20 miliar.

Dari Hasil audit BPKP Perwakilan NTT menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,3 miliar.

Dana ini telah dikembalikan para Kontraktor atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Setelah ditemukan berbagai Masalah yang terjadi diberbagai daerah Provinsi di Indonesia, namun lagi dan lagi Perusahaan tersebut kembali memenangkan tender proyek kolam renang internasional Kanjuruhan yang ditarget selesai tahun 2017 dengan dana finishing sebesar 10 M, melalui kontraktor yang sama di tahun lalu, yaitu PT Mina Fajar Abadi, mendapatkan proyek di bawah naungan Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu dengan Anggara Rp 10 miliar dan ini sangat Aneh ujar Tgk Indra.SH dan sudah sepantasnya dipertanyakan?

Lebih lanjut kata Tgk Indra.SH Perusahaan seperti itu anehnya tidak masuk dalam list daftar hitam, namun pada kenyataannya Perusahaan tersebut malah mendapatkan proyek diberbagai Kabupaten di Indonesia termasuk di Pemkot Kota Langsa pada tahun 2018 saat ini yang dimenangkan oleh Oleh PT. Mina Fajar Abadi dengan Nama Proyek Pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Langsa Kota, dan ini menjadi salah satu keanehan yang terjadi di Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Aceh.

Satuan Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Diduga kuat adanya permainan dalam pemenangan pekerjaan Konstruksi Pembangunan Rumah Sakit Rujukan Regional Tahun Anggaran APBD 2018 dengan total nilai Paket Rp 40.000.000.000,00, Nilai HPS Paket Rp 39.996.458.774,81 dan ini juga sudah sepantasnya Kami Sebagai Yayasan Perwakilan YARA Aceh Timur menyoroti Perusahaan tersebut, dimana sebelumnya sangat jelas bahwa Perusahaan yang sudah bermasalah sebelumnya, diberbagai tempat, dan dengan leluasa mengerjakan Proyek milyaran Rupiah, dan ini sangat dikhawatirkan akan kembali bermasalah dikemudian hari demikian ujar Tgk Indra.SH dan harus dievaluasi demikian ujarnya.

Saat dikonfirmasi oleh Media ini melalui telepon selulernya, Ir.Ramlan.MBA.MM.MbaMM, menjawab pertanyaan dari wartawan Media Realitas, apakah Perusahaan bapak pernah tersandung masalah Hukum? Ramlan menjawab memang benar ada tersandung masalah hukum, tapi semua persoalan tersebut sudah selesai, baik di malang maupun di Alor NTT sudah kita selesaikan semua Ujarnya.

Jadi perusahaan kita saat ini bersih, kalau tidak mana mungkin kita dapat memenangkan Proyek dikementrian maupun ditempat lain demikian ungkapnya, saat disinggung mengenai Alamat PT. Mina Fajar Abadi Jaya yang saat ini digunakan dengan alamat Jalan Kuala bagok Dusun Mesjid Gampong Keude Bagok Sa Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur, namun saat Media ini kelapangan tidak ditemukan adanya kantor ditempat alamat tersebut? Ramlan mengatakan bahwa perusahaannya berkantor di Banda Aceh, namun saat ditanya oleh Media ini, mengapa Alamat yang dicantumkan saat ini dibagok? Ramlan tidak dapat menjawab, Ramlan mengatakan hubungi kantor cabang aja katanya, dengan nada langsung menutup telepon seluler genggamnya langsung ditutup. ( Ade/ Iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS