39219 KALI DIBACA

Terkena Kanker Rahim, Ibu Dua Anak Di Abdya Butuh Bantuan

Terkena Kanker Rahim, Ibu Dua Anak Di Abdya Butuh Bantuan
Foto: ist Sejumlah unsur Muspika Kuala Batee, Kabupaten Abdya berkunjung kerumah Erlina pasien penderita kanker rahim yang terbaring di rumahnya, Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Rabu (5/9/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Erlina (38) warga Dusun Meunasah Tengah, Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan menderita kanker rahim sejak beberapa bulan yang lalu.

Pihak medis menyarankan, kalau Erlina harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Lantaran tidak ada biaya, pihak keluarga terpaksa mengurungkan niat untuk merawat Erlina ke RSUZA Banda Aceh.

Kondisi Erlina hanya bisa terbaring diatas tempat tidur dengan ditemani Sulaiman (suami Erlina) dan kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Kepala Desa Blang Makmur, M Aris, Rabu (5/9/2018) membenarkan jika ada warganya yang sedang menderita kanker rahim.

Karena kondisinya yang semakin parah, maka M Aris dan aparatur desa lainnya tengah berupaya untuk membantu keluarga Erlina agar bisa berangkat ke Banda Aceh.

“Kita sedang berupaya mencari solusi untuk keberangkatan Erlina ke Banda Aceh.

Apalagi mereka tergolong keluarga yang tidak mampu, sementara suaminya hanya sebagai buruh tani yang harus menafkahi keluarganya sehari-hari,” ungkap M Aris.

M Aris mengatakan, kalau unsur Muspika Kuala Batee dalam hal ini, Camat, Kapolsek dan Danramil setempat telah bersama-sama menjenguk Erlina yang terbaring sakit dirumahnya.

Kondisi tubuh Erlina sudah sangat lemah, karena penyakit yang dideritanya itu.

Sehingga tubuhnya menjadi kurus dan tidak bisa beraktifitas apapun.

Untuk berdiri saja, harus dibantu suami atau anaknya.

“Informasi yang kami terima, Muspika Kuala Batee akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Abdya agar Erlina bisa dibantu keberangkatan ke Banda Aceh.

Tapi, kami tidak tau persis kapan Erlina akan berangkat,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah yang dihubungi wartawan secara terpisah mengaku tidak memiliki pos anggaran untuk pengobatan orang sakit.

Namun, Dinas Sosial cuma menfasilitasi dalam bentuk barang seperti kursi roda, tongkat dan alat kebutuhan orang cacat lainnya.

Meskipun begitu, Dinsos tetap tidak tinggal diam.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Baitul Mal Abdya serta pihak Blood For Life Foundation (BFLF) setempat yang memiliki ambulanca serta fasilitas lainnya hingga ke Banda Aceh.

“Bagaimanapun teknisnya, kita akan melihat dulu kondisi pasien tersebut bersama tim terpadu yang ada di Dinas Sosial.

Kalau bisa, akan kita upayakan secepatnya Erlina untuk dirujuk ke Banda Aceh,” tuturnya singkat. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS