32619 KALI DIBACA

Polres Kota Tangerang Tangkap Perampok Dan Pembunuh Sopir Taksi Di Tangerang

Polres Kota Tangerang Tangkap Perampok Dan Pembunuh Sopir Taksi Di Tangerang
example banner

Tangerang | Realitas – Pelarian perampok yang menghabisi nyawa sopir taksi di Cisoka, Kabupaten Tangerang, akhirnya berakhir.

Jurus langkah seribu perampok sadis itu terhenti setelah pelor polisi bersarang di kakinya.

Tersangka RAP alias Angi (25) ditangkap tim buser Polres Kota Tangerang di Jasinga, Bogor, Jawa Barat.

Pemuda bertubuh kurus ini nekat menjerat leher R Bernard Indrajaya dengan tali sepatu dan membawa kabur mobil taksi Express B 1039 PUA.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, pelaku ditangkap setelah polisi menyelidiki penemuan mayat pria berseragam Taksi Express di Kampung Cirenget, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti.

Sehari sebelumnya, kata Kapolres, pihaknya juga menemukan mobil taksi warna putih di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka.

Dari hasil penyelidikan, anggotanya mendapatkan ciri-ciri perampok sadis tersebut.

“Maka, setelah yakin dengan ciri yang didapat, tidak lama kemudian kita menangkap pelaku di Kampung Pangradin Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor,” kata Kombes Pol Sabilul, Selasa (18/9/2018).

Polisi kini tengah memburu satu pelaku lainnya yang masih buron.

Identitasnya pun telah dikantongi tim buser Polres Kota Tangerang.

Atas perbuatannya, Anggi dijerat dengan pasal 365 ayat 4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan menyebabkan korban meninggal dunia.

Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.

Di hadapan polisi, Anggi mengaku telah merencanakan perampokan taksi.

Dia bersama temannya menyamar sebagai penumpang.

“Saya menyetop taksi di lampu merah daerah Jakarta berdua sama teman, terus berangkat ke daerah Serang,” ucap Anggi.

Bernard Indrajaya dihabisi nyawanya oleh pelaku di tengah tol Jakarta-Merak.

Ketika itu dirinya meminta korban menghentikan kendaraan untuk membuang air kecil.

“Di tol itu, mobil berhenti karena teman saya ingin buang air.

Kemudian (sopir) dijerat pakai tali sepatu,” bebernya.

Korban sempat melawan, namun akibat jeratan tali di lehernya dan menghadapi dua lawan, korban pun tubuhnya lemas karena kehabisan nafas.

“Lalu dimasukkan ke bagasi, dan mobil teman saya yang menyetir,” katanya lagi.

Setelah menguasai taksi tersebut, lanjutnya, keduanya kemudian melaju ke Cisoka dan berusaha menjual taksi tersebut.

Namun, ternyata taksi itu tidak laku, kemudian ditinggalkan di Kampung Cibugel Kecamatan Cisoka.

Sementara korban dibuang di semak-semak di pesawahan di Kampung Cirenget, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti. ( H A Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS