60619 KALI DIBACA

Perbaikan Jembatan Amblas Antar Kecamatan Di Abdya Prioritas 2019

Perbaikan Jembatan Amblas Antar Kecamatan Di Abdya Prioritas 2019
example banner

Blangpidie | Realitas – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, sudah membuat perencanaan untuk pembangunan Jembatan amblas antara Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng ke Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil.

Rencananya, jembatan beton tersebut akan dibangun pada tahun 2019 mendatang.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Abdya, Muhibbuddin ST, Kamis (27/9/2018) mengatakan bahwa, jembatan dengan panjang 40 meter itu sudah masuk dalam Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (Krisna) prioritas urutan tiga (3) dalam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.

Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp. 6 miliar sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019.

“Insya Allah, bulan April 2019 jembatan itu sudah ditender dan lansung bisa dikerjakan,” ungkapnya.

Muhib menyebutkan, harusnya perencanaan sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) tahun 2018.

Berhubung tidak jadinya pengesahan APBK-P, maka perencanaannya digeser ke tahun 2019.

“Kalau APBK-P kemaren jadi di sahkan, pada awal Januari 2019, jembatan itu sudah bisa di tender.

Tapi tidak masalah, yang penting segera akan di bangun,” sebutnya.

Munurut Muhib, jembatan yang terbentang diatas Sungai (Krueng) Manggeng itu, merupakan akses penting bagi masyarakat.

Terutama untuk warga Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil.

“Karena patahan pada jembatan sangat parah, maka kendaraan roda empat dan tiga tidak bisa melintas.

Kalau roda dua masih bisa, tapi harus dengan ekstra hati-hati,” tuturnya.

Ia mengatakan, jembatan tersebut akan dibangun menggunakan rangka baja dengan bentang 40 meter.

Bentuk jembatan pastinya akan berubah dari sekarang ini.

Dimana, pada jembatan nanti tidak ada lagi tiang tengah atau penyangga untuk menjamin kekuatan jembatan agar tidak dihantam air.

“Jika tidak ada halangan apapun, jembatan itu sudah bisa dilalui pada tahun 2019 mendatang,” pungkas Muhib.

Diberitakan sebelumnya, jembatan beton dengan panjang lebih kurang 40 meter itu amblas dihantam arus Krueng Manggeng pada Jum’at (21/9/2018) lalu sekira pukul 19.00 WIB.

Derasnya intesitas hujan membuat arus Krueng Manggeng mengganas sehingga membuat tiang penyangga jembatan amblas.

Tanda-tanda jembatan akan amblas memang sudah terlihat pada awal bulan Januari 2018 lalu, namun kendaraan masih bisa melintasi jembatan baik roda dua maupun roda empat.

Karena posisi tiang jembatan sudah bergantung akibat dikeruk air, maka lantai jembatan mulai turun melengkung ke bawah.

Selain digunakan oleh warga Desa Alue Rambot dan Desa Sejahtera untuk menuju pusat kota Kecamatan, jembatan dengan panjang puluhan meter itu juga sering dilalui warga desa-desa tetangga lainnya, seperti Desa Ladang Tuha II, Desa Ladang Tuha I, Desa Ujung Tanah, Desa Kuta Paya, Desa Gelanggang Batee, juga Desa Padang Kelele dan Desa Meunasah Tengah, maupun Desa Tokoh dan Desa Tokoh II.

Bahkan, ribuan warga dari luar daerah juga melintasi jembatan tua itu untuk menuju kawasan objek wisata yang ada di daerah setempat, seperti objek wisata Pantai Ujong Manggeng, Pantai Suak Udeung, Pantai Padang Raya Bruek, Pantai Suak Beurembang, Kuala Keude, Pantai Suak Merah, Pasie Suak Jelatang dan Pasie Ujong Tanoh, warga harus melintasi jembatan tersebut. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS