33219 KALI DIBACA

Momentum Hardikda, 5.282 Siswa Aceh Lulus Seleksi PTN

Momentum Hardikda, 5.282 Siswa Aceh Lulus Seleksi PTN
Foto: Realitas/Syahrizal Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT menyalami para guru satu persatu dalam apel peringatan Hardikda ke-59 di halaman kantor bupati setempat, Selasa (4/9/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Dalam momentum Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 59, sebanyak 5.282 siswa-siswi asal Aceh lulus dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2018.

Sehingga, menempatkan Aceh dalam peringkat lima besar sebagai provinsi yang paling banyak meluluskan siswa-siswinya.

Hal itu dikatakan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam amanat yang dibacakan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT saat menjadi inspektur Apel Hardikda yang berlansung di halaman Kantor Bupati setempat, Selasa (4/9/2018).

Selain mendapat peringkat lima besar sebagai provinsi yang paling banyak meluluskan siswa-siswinya dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri, Aceh juga mendapat peringkat ketiga nasional sebagai penerima Beasiswa Bidikmisi.

Melalui Wabup Muslizar, Plt Gubernur Aceh menyampaikan, bahwa peringatan Hardikda merupakan momentum yang paling bersejarah dalam dunia pendidikan di Aceh.

“Melalui momentum Hardikda ini, kita perteguh tekad untuk dapat melahirkan generasi muda Aceh yang cakap, religius, kreatif, inovatif, inventif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter ke Acehan yang kental,” paparnya.

Pendidikan merupakan satu cara untuk membangkitkan kemajuan berbagai sektor kehidupan masyarakat bahkan pendidikan merupakan hal istimewa di Aceh yang pada setiap 2 September Pemerintah Aceh termasuk di Abdya selalu memperingati momentum bersejarah itu, terutama bagi insan pendidikan dan masyarakat Aceh pada umumnya.

Ditambahkan, dengan generasi yang berkualitas, nantinya akan mampu membawa perubahan yang terbaik bagi Aceh di masa depan dan akan lebih potensial untuk mewujudkan Aceh hebat.

Begitu pentingnya pembangunan sektor pendidikan bagi pembangunan Aceh di masa kini dan masa depan, sehingga Pemerintah Aceh menempatkan bidang pendidikan sebagai salah satu program prioritas di dalam RPJM 2017-2022. Dimana program itu diberi nama Aceh Carong.

Memperbaiki sistem pendidikan harus ada kesadaran kolektif dari para guru dan sekolah dalam meningkatkan kapasitas profesionalnya, suatu keniscayaan jika tekad pendidikan bermutu ingin diwujudkan.

Kecuali itu, kemauan politik pemerintah terhadap sektor pendidikan harus benar-benar berorintasi profit.

Harus ada kesungguhan semua pihak menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan sehingga menjadi investasi.

“Oleh sebab itu, kepada seluruh insan pendidikan terutama para guru dan peserta didik, saya mengimbau, mari kita bersama-sama bergerak cepat meningkatkan kualitas pendidikan di semua lini.

Saya percaya, dengan potensi yang ada disertai kerja keras semua lini, perubahan itu dapat kita capai,” demikian imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Abdya, Drs. Thamrin, unsur Muspida, para asisten, staf ahli, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Camat, ratusan PNS, guru, hingga para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS