65419 KALI DIBACA

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Di Abdya Rusak, Mobil Tidak Bisa Melintas

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Di Abdya Rusak, Mobil Tidak Bisa Melintas
Foto: Realitas/Syahrizal Sejumlah siswa nampak menaiki jembatan penghubung dua kecamatan di Abdya menggunakan sepeda atau sepeda motor karena tidak bisa dilalui roda empat, Sabtu (22/9/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Jembatan beton penghubung antara Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng dengan Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), rusak parah akibat dihantam air pada Jum’at (21/9/2018) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Kondisi tersebut, membuat kendaraan roda empat dilarang untuk melintas.Untuk memastikan kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya sudah lansung turun ke lokasi tersebut.

Sekretaris BPBK Abdya, M Samin, Sabtu (22/9/2018) mengatakan, derasnya intensitas hujan yang disertai angin kencang serta petir membuat debit air di sejumlah aliran sungai bertambah.

Imbasnya, jembatan penghubung dua kecamatan diatas bantaran sungai (Krueng) Menggeng tidak sanggup menahan kuatnya arus air.

Apalagi sampah dan kayu besar juga ikut menghantam tiang jemabatan tersaebut.

Pada bulan Januari 2018 lalu, jembatan tersebut memang sudah nampak tanda-tanda patah.

Tetapi masih bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kalau kali ini, mobil atau becak tidak bisa melintas, karena patahan pada lantai jembatan sudah sangat parah.

Cuma roda dua yang bisa melintas, kalau dibiarkan akan semakin parah,” ungkapnya.

Dikatakan M Samin, pihaknya sudah membuat laporan terkait rusaknya jembatan penghubung antara Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil tersebut.

“Warga terpaksa membuat tanda dilarang melintas untuk kendaraan roda empat dan tiga dengan menggunakan daun kelapa,” tuturnya.

Warga desa setempat, Zulbaili mengaku kalau jembatan itu sudah berusia puluhan tahun.

Karena termakan usia, tiang penyangga jembatan sudah mulai menggantung lantaran arus air yang cukup deras disertai sampah dan kayu menumpuk pada tiang jembatan.

Untuk saat ini, warga yang menggunakan kendaraan roda empat dan tiga terpaksa beralih ke jalur alternatif yang berjarak sekitar tiga kilometer untuk menuju kesebarang jalan yang hanya berjarak 50 meter jika menggunakan jembatan tersebut.

“Tidak ada cara lain, kendaraan roda empat atau becak terpaksa berbelok ke jalur alternatif kalau ingin menyebrang menuju pusat kota kecamatan, karena hanya roda dua dan pejalan kaki yang bisa melintas.

Itupun kalau mereka bermodal nekat,” kata Zulbaili.

“Kita berharap pemerintah bisa segara membangun jembatan baru untuk mengganti jembatan tua itu.

kalau tidak segera ditangani, bisa dipastikan akan ambruk ke sungai,” demikian sambungnya.

Selain digunakan oleh warga Desa Alue Rambot dan Desa Sejahtera untuk menuju pusat kota Kecamatan, jembatan dengan panjang puluhan meter itu juga sering dilalui warga desa-desa tetangga lainnya, seperti Desa Ladang Tuha II, Desa Ladang Tuha I, Desa Ujung Tanah, Desa Kuta Paya, Desa Gelanggang Batee, juga Desa Padang Kelele dan Desa Meunasah Tengah, maupun Desa Tokoh dan Desa Tokoh II.

Bahkan, ribuan warga dari luar daerah juga melintasi jembatan tua itu untuk menuju kawasan objek wisata yang ada di daerah setempat.

Untuk menuju objek wisata Pantai Ujong Manggeng, Pantai Suak Udeung, Pantai Padang Raya Bruek, Pantai Suak Beurembang, Kuala Keude, Pantai Suak Merah, Pasie Suak Jelatang dan Pasie Ujong Tanoh, warga juga harus melintasi jembatan tersebut. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS