92019 KALI DIBACA

Jalan di Tengah Pusat Kota Aceh Selatan Bagaikan Kubangan Kerbau

Jalan di Tengah Pusat Kota Aceh Selatan Bagaikan Kubangan Kerbau
Photo kondisi jalan sekitar pembangunan air mancur dan pembanguan taman pada pusat kota Tapaktuan, berhasil di jepret Senin (03/9/2018) pukul 09.00 WIB.MEDIA REALITAS/ZULMAS
example banner

Tapaktuan I Realitas-sejak dibangunnya bundaran air mancur dan tugu taman di pusat ibu kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan tahun 2017 lalu, jalan disekitar itu sudah menjadi ambu radul. “Bahkan sudah menjadi kubangan kerbau”.

Konon lagi bangunan bundaran air mancur terpantau sangat mengganggu transportasi pada lintasan jalan negara Blangpidie-Medan, juga mengganggu transportasi masyarakat baik roda dua, tiga dan empat, karena badan jalan itu sudah banyak yang berlobang menganga.

Akibat dari itu banyak pengguna jalan yang terjungkal (terjatuh-red) menghindari lobang satu dengan lobang lainnya.

Apalagi pembangunan tersebut bertepatan pada jalan negara lintasan Blangpidoe-Medan pada jalan T. Ben Mahmud dan jalan Syech Abd Rauf Tapaktuan, hampin tiap waktunya dilalui oleh pengguna jalan.

Sebab dijalan Syech Abd Rauf Tapaktuan, merupakan selain perumahn penduduk Gampung Hilir, Hulu dan Gampong Apha juga pembangunan kantor bupati lama yang difungsikan tiga kantor, yakni Dinas BPM, Pertanian/Peternakan dan kantor MPU.

Selain itu juga kantor Pengadilan Negeri, DPRK Aceh Selatan, Kantor Camat Tapaktuan dan ranting Pembangkit Listrik Negara (PLN).

Masyarakat mengharapkan kepada pemerintah daerah, keluhan pengguna jalan itu supaya dapat dibangun dengan segera, katanya pada media ini Senin (03/9/2018) di Tapaktuan, enggan dicatut namanya di media.

*Sorotan tajam

Pantauan media ini dalam facebook selama kurun waktu hampir satu tahun itu, selain menyorot keberadaan pembangunan bundara air mancur dan taman, katanya bangunan itu merupakan bangunan mubazir. Buktinya sudah hampir satu tahun siapnya dibangun, namun hingga kini tidak berfungsi, ujarnya.

Demikian masalah badan jalan, selain berdebu juga berlobang menganga, bila musim ujan lobang itu dipenihi dengan air yang bercampur lumpur.

Dua hari yang lalu Teuku Mudatsir selaku Ketua DPD Golkar Aceh Selatan, terbaca dalam FB nya juga berharap dengan berbahasa santun, supaya pihak pemertintah bisa memperhatikan jalan tersebut.

Sementara Kadis PU/PL Aceh Selatan, Bahrumsyah melalui Kabid Bina Maraga, Surya, dihubungi Senin (03/9/2018), ia mengatakan “itu bukan ranah kami, tapi ranah Dinas Perkim, sebab orang itu yang membuat,” ujarnya singkat.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Aceh Selatan, Fachruddin dihubungi terpisah melaui HP nya menjelaskan, itu dalam proses pekerjaan tahun ini juga, katanya.(MR.ZULMAS)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS