Langsa I Realitas – Sebanyak 509 Narapidana Lapas Narkotika III Langsa, 53 orang Narapidana diantaranya dalam masa rehabilitasi, ke-53 narapidana tersebut merupakan napi pindahan dari Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, gelombang ke-empat.
Sebelumnya gelombang pertama ada sebanyak 23 orang, mereka pindahan dari lapas Jantho, Aceh besar, gelombang ke-dua sebanyak 15 orang, pindahan lapas Lhoksukon, sedangkan gelombang ke-tiga sebannyak 52 orang ,pindahan dari Lapas Langsa Kota dan Kuala Simpang.
Dalam rehabilitasi, pihak Lapas menerapkan progam kegiatan berupa pengajian, konseling bahkan senam pagi sebagai rutinitas.
“Napi rehabilitas disini, mereka diwajibkan melakukan pengajian setiap hari, selesai shalat berjamaah Kecuali hari minggu, di pagi hari selesai dhuha mereka juga melakukan pengajian, ,”ujar Kalapas Kelas III Langsa Agus Mulyono. Bc.IP,SE,MH melalui Kasubsi Keamanan dan Ketertiban, Nazaryadi S.K.M, SH, MH, Senin (13/8/2018).
Selesai dari pengajian, nantinya disambung dengan kegiatan konseling oleh Kabag-Kabag Lapas serta para Stafnya, pada hari-hari tertentu akan di isi oleh ustad-ustad dari luar.
“Selesai pengajian mereka langsung diberi bimbingan (konseling) oleh kita, pada hari senin,selasa, kamis dan sabtu, konseling akan di isi oleh ustad ustad yang kita datangkan dari luar,” terang Nazar kepada wartawan.
Dalam proses rehabilitasi ini, pihak lapas menekankan untuk memperkuat spriritual narapidana melalui konseling-konseling yang dilakukan.
“Kita bukan sekedar menampung mereka saja, melainkan membentuk karakter Spritual dan Emosional para napi agar lebih baik lagi dari sebelumnya,”ungkapnya.
Para napi-napi tersebut, mereka harus melakukan rehabilitasi selama 3 bulan, dalam masa rehabilitasi mereka tidak dibenarkan bergabung dengan narapidana lain, sebelum masa rehabilitasnya selesai, bahkan jika mereka dikunjungi oleh keluarga, mereka akan di dampingi oleh mentornya, mereka juga diwajibkan istirahat dari jam 14:00-16:00 Wib, tanpa melakukan kegiatan sama sekali, guna mengontrol diri mereka selama masa rehabilitasi.
“Mereka disini memang betul-betul direhab, setiap proses pasti nantinya membuahkan hasil yang nikmat,”tegas Kasubsi Keamana dan Ketertiban.
Selain melakukan pengajian, para narapidana juga mengisi rutinitas di sore hari dengan kegiatan olahraga seperti bermain bola kaki, bola voli, bahkan sebagian napi lain berkebun di area lapas, hasil dari berkebun itu, nantinya akan mereka nikmati bersama-sama.
“Kami hanya memfasilitasi bibit saja, lainnya mereka lakukan sendiri,”tutur Nazar.
Berdasrkan pengamatan wartawan, Para petugas-petugas lapas Narkotika III Langsa sangat bersahabat dengan napi-napi sekitar, mereka tidak membanding-bandingkan status, seolah olah sudah menjadi keluarga.
Bagi napi-napi yang melakukan pelanggaran, pihak lapas tak langsung memberi sanksi, tetapi mereka di arahkan (dibimbing) untuk lebih baik lagi, namun apabila pelanggaran dilakukan berulangkali, maka pihak Lapas akan mengambil sikap untuk memindahkan mereka.
“Napi yang melakukan pelanggaran akan kita beri peringatan, kita beri pembelajaran untuk mereka berubah, jika memang terus diulangi, kita akan ambil tindakan untuk pindahkan mereka ke lapas lain,”tutup Nazaryadi.(Feri)



