55 Desa Di Sumatera Selatan Berpotensi Terjadi Kebakaran Hutan Saat Asian Games

oleh -142.759 views

Palembang | Realitas – 55 Desa Di Sumatera Selatan Berpotensi Terjadi Kebakaran Hutan Saat Asian Games.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu ancaman bagi perhelatan Asian Games 2018 di Palembang beberapa pekan lagi.

Bahkan, ada puluhan yang diperkirakan sebagai kawasan rawan karhutla saat musim kemarau.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, mereka sudah memprediksi kemungkinan ancaman gangguan dan hambatan jelang Asian Games 2018.

Salah satunya asap yang disumbangkan dari karhutla di Sumsel.

Beberapa instansi terkait seperti TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah bekerja keras untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan di Sumatera Selatan.

“Ada 55 desa di Sumsel yang berpotensi kebakaran hutan dan menyumbang asap.

Kita sebarkan anggota TNI dan Polri, bahkan mereka tidur di kawasan permukiman warga, untuk memantau dan mengantisipasi jika terjadi karhutla,””ucapnya usai membuka Apel Gelar Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel di halaman Griya Agung Sumsel, Jumat, 3 Agustus 2018.

Lahan gambut yang mudah terbakar di Sumatera Selatan, diantisipasi dengan menggelar operasi udara Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Badai Siklon yang terjadi di Filipina juga dimanfaatkan untuk menjadikan hujan di Sumatera Selatan.

TMC yang menghasilkan hujan buatan sudah dilakukan pada tanggal 30 Juli 2018 dan membentuk hujan sebanyak dua kali.

Awan yang mendung juga dimanfaatkan untuk penyemaian Natrium Clorida (NaCl) untuk menjadi hujan.

“Kita semaksimal mungkin agar tidak ada karhutla dan asap.

Kalau ada potensi asap, personel akan terjun langsung kesana.

Jika lahan gambut kering dan ada sinyal terjadi karhutla, akan segera kita basahi dengan Sambonesia,” katanya.

Personel pencegahan karhutla yang diterjunkan yaitu 200 anggota TNI dan 200 anggota Brimob di wilayah yang dicurigai berpotensi menimbulkan asap.

Managing Director APP Sinar Mas G.Sulistyanto mengatakan, pemantauan kawasan berpotensi karhutla dilihat dari Fire Weather Index (FWI), apakah ada titik merah yang harus diwaspadai hostpot atau titik panas.

“Yang merah kita lakukan pembasahan, biasanya di lahan gambut. Di wilayah konsesi APP Sinar Mas dan radius lima meter di luar konsesi terus kita jaga.

Di luar kawasan itu, kebakaran hutan dan lahan tanggung jawab bersama,” ujarnya. (lp6/iqbal)