Langsa Menjadi Kota Koliner Dan Wisata Seperti Kota Bandung-Jogjakarta.

oleh -220.759 views

Langsa I Realitas – Langsa menjadi Kota Koliner dan wisata seperti Kota Bandung-Jogjakarta.

Ekonomi Kreatif (Ekraf) haruslah menjadi sandaran dan pondamen dalam memajukan sebuah daerah, hal tersebut sudah diberlakukan di Indonesia maupun di negara-negara maju.

Muslim SHI MM, Anggota DPR RI saat memberikan motivator dalam acara Ekraf yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mela Deputi Akses Permodalan Sharia Banking for Business Matching, di Convention Hall Hotel Harmoni Langsa, Selasa (17/7/2018) pagi.

Lebih lanjut Muslim menyebutkan kita terus mendukung even Ekraf dan kedepan Kota Langsa menjadi motor penggerak dalam Ekonomi Kreatif dengan adanya keberadaan bank di Aceh, dimana Langsa menjadi Kota kuliner dan wisata yang memiliki nilai jual dan berdaya saing seperti seperti Kota Bandung, Jogyakarta maupun Lombok, ujar Muslim.

Lanjutnya, Ekonomi Kreatif sangat potensi dikembangkan di Indonesia secara positif, kegiatan wisata juga menjadi potensi yang bisa dikembangkan apalagi Kota Langsa yang kita cintai.

“Pemko Langsa harus menggerakan potensi Ekonomi Kreatif ini dengan mengandeng pihak Bank selaku para pemodal,” pinta Muslim.

Demikian, dalam mengembangkan wisata dibutuhkan ide-ide kreatif tidak semata-mata permodalan saja, “harapannya kegiatan seperti ini terus mendapat support karena Ekonomi Kreatif modal dalam pengembangan kota,” ujar Muslim.

Selain itu juga Muslim, mengapresiasi kegiatan Bekraf untuk meningkatkan akses permodalan pelaku Ekraf di Langsa, Aceh.

Pertemuan pelaku Ekraf dengan Perbankan Syariah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Dalam even Ekraf dihadiri sekitar 240 pelaku Ekraf di Kota Langsa dan juga para permodalan untuk pengembangan usaha seperti perbankan syariah, Perbankan syariah meliputi Bank Aceh Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri dan dibuka secara resmi oleh asisten III Pemko Langsa, Drs Abdullah Gade.

“Pelaku Ekraf yang hadir bisa berinteraksi langsung dengan Perbankan Syariah.

Mereka bisa menanyakan model pembiayaan yang sesuai dengan bisnis mereka, mengetahui persyaratan yang perlu dipenuhi, sekaligus mengajukan proposal pembiayaan kepada Perbankan Syariah yang berpartisipasi,” tutur Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma.

Sementara itu, Kasubdit Perbankan Konvensional Bekraf, Dedy Andriansyah menyatakan dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan Ekonomi Kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

“Kami berharap pelaku Ekraf mengetahui dan memahami pembiayaan Perbankan Syariah, sehingga mereka bisa mengajukan proposal pembiayaan untuk mengembangkan usahanya,” pungkas Dedy Andriansyah. ( H A Muthallib )