Akmal Bercita-Cita Jadikan Abdya Penangkar Benih Padi Se Sumatera

oleh -208.759 views
Foto: Realitas/Syahrizal Bupati Abdya, Akmal Ibrahim melakukan tanam perdana didampingi Dr Tri Martini Pratia perwakilan Dirjen Mentan RI, serta para unsur terkait lainnya di areal perswahan, Desa Paoh, Kecamatan Susoh, Abdya, Selasa (10/7/2018).

Blangpidie | Realitas – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim dalam sektor pertanian, bercita-cita ingin menjadikan Kabupaten Abdya sebagai areal penangkaran benih padi terbesar.

Sehingga, bukan hanya mencukupi kebutuhan wilayah Aceh saja, bahkan untuk seluruh wilayah di Sumatra.

Cita-cita dan harapan Bupati Akmal tersebut, disampaikan dalam acara Tanam Perdana untuk Masat Tanam (MT) Gadu Tahun 2018 yang berlangsung di Areal Persawahan, Desa Paoh, Kecamatan Susoh, Selasa (10/7/2018) siang.

Dihadapan Dr Tri Martini Pratia selaku perwakilan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Bupati Akmal akan berusaha dan mengajak semua petani agar mampu mewujudkan cita-citanya tersebut.

Dikatakan Akmal, mata pencaharian masyarakat Abdya banyak berada di sektor pertanian, bahkan geliat ekonomi masyarakat juga tergantung dengan pertanian.

“Untuk itu, sektor pertanian ini harus menjadi pioritas utama untuk meningkatan ekonomi masyarakat, tentunya dengan mengikuti kemajuan tekhnologi dikala ini,” ungkapnya.

Bibit yang diunggulkan dalam program tanam kali ini, lanjut Akmal, yakni varietas M400.

Dimana, padi unggul yang diprakasai oleh kepala staf presiden ini akan mempau mendongkrak penghasilan petani.

Meski belum terkenal ditingkat nasional karena masih baru diluncurkan, namu akan mampu memberikan penghasilan yang lebih bagu.

“Abdya akan mencobanya,” tutur Akmal dihadapan para sejumlah petani yang berhadir.

Musim tanam kedepan, lanjut Akmal, seluruh benih di Abdya akan diberikan secara gratis 10 ribu hektar lebih untuk jenis M 400.

Musim tanam kedepan desa dan dinas tidak perlu beli bibit, karena akan disediakan lansung oleh Dirjen Pertanian.

M400 hasi panen petani Abdya akan dibeli seharga Rp.6000 perkilogram, bahkan bisa lebih mahal kalau kualitasnya bagus.

“Bibit yang dibeli oleh Dirjen kepada kita, untuk dijadikan bibit dan dibagikan ke daerah lain, sehingga nantinya kita akan menjadi penyedia bibit terbesar se Sumatra,” ujar Akmal.

“Kalau itu sanggup kita kelola, maka sah Abdya menjadi sumber benih utama untuk regional ini,” sambungnya.

Bupati Akmal mengaku telah memulainya terlebih dahulu sebelum para petani melakukan penanaman benih M400 ini.

“Sebelum saya berikan kepada petani, saya coba terlebih dahulu dan hasilnya bisa mencapai 8 ton per hectare,” sebutnya.

Selain itu, Akmal juga akan mengembangkan padi jenis ampibi atau invari42 untuk 5000 hektar lahan di Abdya.

“Meski kondisi lahan kering atau terendam air tidak masalah.

Nanti akan disediakan juga untuk Abdya. Maka kita harus serius untuk membuktikan bahwa bantuan yang diberikan tidak sia-sia,” demikian paparnya.

Amatan dilapangan, kegiatan tanam perdana itu juga turut hadir Dandim 0110/Abdya, Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, mewakili Kapolres, Kajari, anggota DPRK, Sekda Abdya Drs Thamren, para Kepala SKPK, Menteri Tani, Para Penyuluh, Keujrun Blang dan tamu undangan lainnya. (Syahrizal)