69419 KALI DIBACA

Fakhrurrazi Direktur LKBH IAIN Langsa : Legeslatif Dan Eksekutif Harus Lebih Jeli Dalam Berkoordinasi

Fakhrurrazi Direktur LKBH IAIN Langsa : Legeslatif Dan Eksekutif Harus Lebih Jeli Dalam Berkoordinasi
Direktur LKBH IAIN Langsa Fakhrurrazi

Langsa I Media Realitas – Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Langsa Fakhrurrazi dan Rekan, mengingatkan para tokoh publik untuk tidak sembarang mengeluarkan statement berupa kalimat yang dapat membuat suasana di Kota Langsa menjadi tidak kondusif.

Hal itu ia sampaikan kepada awak media terkait perihal isu maraknya perjudian online di Kota Langsa yang dibangun oleh Anggota DPR Aceh, Asrizal H.Asnawi pada Kamis (28/06/2018),’’pungkas Fakhrurrazi.

Menurutnya Direktur LKBH Fakhrurrazi, legislatif dan eksekutif ketika akan mengeluarkan stetment harus memiliki dasar pijakan informasi yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Mengingat, pesan yang disampaikan akan bergulir menjadi opini publik.

Fakhrurazi menyebutkan, hal ini agar tidak terjadinya pro dan kontra di tengah masyarakat,’’sebut Fakhrurrazi.

“Kalimat-kalimat yang akan digunakan oleh tokoh publik semestinya harus dipahami terlebih dahulu sebelum digulirkan, agar tidak menjadi bias di tengah masyarakat Kota Langsa. Apalagi berkaitan dengan pelanggaran syariat Islam. Ini menjadi penting untuk dipelajari bagi segenap tokoh publik,” tambah Fakhrurrazi.

Terkait judi online, Fakhrurrazi selaku Direktur LKBH memaparkan secara rinci kepada media ia mengatakan, judi online sebenarnya sudah tertuang cukup di dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang disahkan pada tahun 2008. lanjutnya lagi, sedangkan untuk Aceh telah diberlakukannya Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014, tentang Hukuman Jinayat.

Dalam qanun tersebut juga telah diatur tentang perjudian/maisir. Kendati demikian, Qanun Aceh masih harus membuat turunan teknis dalam memproses judi online yang saat ini ada di dunia maya,’’tambahnya.

”Di dalam ketentuan umum qanun jinayat tersebut, rumusan tentang maisir adalah perbuatan yang mengandung unsur taruhan dan unsur untung-untungan yang dilakukan antara dua pihak atau lebih, disertai kesepakatan bahwa pihak yang menang akan mendapat bayaran atau keuntungan tertentu dari pihak yang kalah, baik secara langsung atau tidak langsung,’’ujar Direktur LKBH.

Fakhrurrazi juga mengatakan, secara aturan sebenarnya Undang-undang Informasi dan transaksi elektronik sudah begitu lengkap dan konprehensif. Menurutnya, tinggal sekarang ini peran pemerintah kota Langsa dan seluruh elemen masyarakatnya secara bersama-sama ikut melakukan pengawasan, mensosialisasikan dan mengadvokasi secara terus-menerus kepada segenap warga Kota Langsa khususnya kepala keluarga.

Dikarenakan maisir khususnya lagi judi online akan terus berevolusi sehingga akan sangat sulit untuk dideteksi dan menjadikan masyarakat tidak menyadari jika permainan yang sedang dimainkan adalah judi (Maisir).

Fakhrurrazi juga menegaskan, Judi online makin ke depannya akan semakin sulit untuk dideteksi, kepada seluruh kepala keluarga di Kota Langsa untuk tetap waspada dan jika ditemukan hal yang mencurigakan agar segera melaporkannya kepada penegak hukum,’’tegas fakhrurrazi.

Fakhrurrazi juga mengatakan kepada segenap pejabat legislatif dan eksekutif untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan berbagai pandangan yang disampaikan ke publik.

”Kami berharap untuk di kemudian waktu agar para anggota legeslatif dan eksekutif terlebih dahulu mempertimbangkan secara matang setiap statement yang akan disampaikan ke publik dan alangkah baiknya selalu berkoordinasi agar tidak terciptanya kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,’’tutup Fakhrurrazi.(M.Nazar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS