56819 KALI DIBACA

Bersuami Dengan Warga Abdya, Pariama Rajaguguk Masuk Islam

Bersuami Dengan Warga Abdya, Pariama Rajaguguk Masuk Islam
Foto: ist Pariama Rajaguguk (empat dari kanan) didampingi suami foto bersama unsur terkait usai mengucap dua kalima syahadat di Mesjid Desa Padang Bak Jok, Tangan-Tangan.
example banner

Blangpidie | Realitas – Pariama Rajaguguk (26) warga Desa Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapian Nauli Utara, Provinsi Sumatera Utara, atas kesadaran sendiri memeluk Agama Islam setelah dipersunting oleh seorang pemuda asal Desa Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Proses pengsyahadatan Pariama Rajaguguk itu dipimpin oleh anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Abdya asal Tangan-Tangan, Ustadz Nasruddin didampingi unsur Muspika dan aparatur desa setempat di Masjid Raudhatul Salihin, Desa Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan-Tangan, Selasa (26/6/2018) pagi.

Keuchik Padang Bak Jok, M Saman dalam acara itu mengatakan, Pariama Rajaguguk sebelumnya memeluk Agama Kristen dan mulai yakin memeluk Agama Islam setelah mendapat hidayah serta masukan dari suaminya. Sebelumnya Pariama Rajaguguk juga telah mengikuti proses pensyahadatan di Qhadi Konseling Hal Ehwal Islam Kuala Lumpur, Malaysia dan telah melangsungkan pernikahan dengan warga Desa Padang Bak Jok.

Namun, pihak desa meminta Pariama Rajaguguk untuk melakukan syahadat kembali yang disaksikan seluruh perangkat desa, unsur muspika Tangan-Tangan, anggota MPU Abdya serta instansi terkait lainnya.

Dalam surat pernyataan dari yang bersangkutan, Pariama Rajaguguk setelah mengucapkan dua kalimah syahadat didepan sejumlah para tokoh ulama, adat dan masyarakat Desa Padang Bak Jok, berganti nama menjadi Siti Raysha Rajaguguk dan akan berdomisili serta menjadi warga desa setempat.

Anggota MPU Ustadz Nasruddin dalam bimbingannya menyampaikan, sebuah kewajiban semua ummat Muslim membimbing mualaf dan menuntun mereka untuk mempelajari Islam sehingga yang bersangkutan tidak merasa asing di tengah masyarakat.

Selain itu, dia menegaskan, dalam ajaran Islam tidak hanya menganjurkan ummatnya untuk selalu beribadah, namun juga harus melaksanakan sendi-sendi kehidupan yang lain tentunya sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadist.

“Laksanakan salat lima waktu, puasa, zakat, dan haji jika mampu serta kewajiban dan sunnah-sunnah lainnya, agar iman dan ketaqwaan semakin bertambah.

Begitu juga dengan masyarakat yang telah Islam sejak lahir, harus terus meningkatkan kualitas ibadah,” demikian harapnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS