201219 KALI DIBACA

Diduga Mesum, Ketua Pemuda Di Abdya Tewas Diamuk Massa.

Diduga Mesum, Ketua Pemuda Di Abdya Tewas Diamuk Massa.
Foto: DW terletak bersimbah darah setelah diamuk puluhan warga hingga tewas di Desa Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Sabtu (12/5/2018) dini hari.

Blangpidie | Realitas – DW (50) selaku Ketua Pemuda di Desa Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tewas diamuk puluhan warga lantaran diduga melakukan mesum pada salah satu rumah milik seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam kawasan setempat pada Sabtu (12/5/2018) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB.

Korban mengalami pendarahan hebat setelah dihujani pukulan bertubi-tubi oleh puluhan warga yang sudah tidak tahan lagi melihat prilaku korban sering masuk kerumah seorang wanita yang diketahui sudah memiliki suami tersebut.

Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Reskrim Iptu Zilfitriadi SH, Sabtu (12/5/2018) membenarkan kejadian tersebut.

Pihaknya mengaku sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Terhadap kasus tewasnya DW tersebut, kita baru memeriksa belasan saksi.

Selanjutnya akan terus dilakukan penyelidikan sekaligus penyidikan agar tersangkanya terungkap,” terang Zulfitriadi kepada wartawan diruang kerjanya.

Zulfitriadi menyebutkan, peristiwa hilangnya nyawa korban tersebut berawal dari kekesalan warga yang kerap mendapati korban sering masuk kerumah wanita berinisal SY (30) warga Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot. Dimana, SY hanya berprofesi sebagai IRT diwilayah setempat.

Warga mengetahui korban sudah berada di dalam rumah SY, setelah mendapat laporan dari salah satu teman suami SY.

Dengan emosi yang tidak terbendung, warga langsung menggerebek rumah SY dan menemukan korban sedang bersembunyi didalam lemari baju.

Selanjutnya, warga menyeret korban keluar rumah sembari menghujani pukulan secara terus menerus.

“Dari TKP, kita baru mengamankan seutas tali nilon, handphone milik korban dan tali pinggang.

Untuk bukti selanjutnya masih diselidiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zulfitriadi menambahkan, korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat setelah polisi tiba dilokasi.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong lagi akibat terkena hantaman benda keras dibagian kepala.

“Karena pihak keluarga korban menolak untuk divisum, maka jenazah korban langsung dikebumikan,” jelasnya.

Terakhir, Zulfitriadi cukup menyesali tindakan yang dilakukan warga dengan menghakimi korban hingga tewas.

“Masalah mesum, kita punya aturan dan Qanun. Silahkan lapor, bukan dengan menghakimi hingga tewas,” demikian tuturnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS