Langsa | REALITAS – Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasrudin, SE, melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Aceh yang dipimpin Gubernur Muzakir Manaf terkait mandeknya penyaluran Bantuan Pendidikan Mahasiswa Terdampak Banjir Hidrometeorologi 2025.
Nasrudin menilai Pemerintah Aceh tidak serius menangani nasib pendidikan mahasiswa korban bencana.
Banjir 2025 sudah meluluhlantakkan Aceh, mahasiswa jadi korban. Pemerintah janji beri bantuan pendidikan tahun 2026, SK lulus sudah keluar 21 Agustus 2026 Nomor BPSDM.400.14.4.3/900/2026. Verifikasi faktual sudah tuntas 2-15 Agustus. Tapi sampai hari ini, nol. Uangnya belum sampai ke mahasiswa. Ini keterlaluan,” semprot Nasrudin, Sabtu (17/10/2026).
Kondisi makin memprihatinkan karena Aceh kini juga diselimuti kabut asap pekat akibat karhutla.
Derita berlapis. Korban banjir 2025, sekarang jadi korban asap. Sementara bantuan pendidikan ditahan. Mau jadi apa mahasiswa Aceh?” ujarnya.
Ketua FPRM Aceh yang juga Penasehat Relawan Prabowo Gibran Xperience (PGX) Aceh itu mendesak Gubernur Muzakir Manaf memanggil BPSDM Aceh untuk menjelaskan ke publik.
Kami minta Gubernur Muzakir Manaf bertindak. Panggil Kepala BPSDM Aceh, tanya kenapa bantuan mandek. Jangan tutup mata. Buka ke publik, apa masalahnya. Anggaran ada atau tidak ada? Kalau ada, kenapa tidak disalurkan?” tegasnya.
FPRM Aceh mengancam akan menggelar aksi bersama mahasiswa jika dalam waktu dekat bantuan tak kunjung disalurkan. (*)

