Diduga Oknum Kepala Sekolah SD Alue Kijing Palsukan Tanda Tangan Ketua Komite untuk Bisa Tarik Dana BOS

oleh -2.759 views
Dok/Media Realitas

Aceh Timur | REALITAS – Oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Alue Kijing, Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, diduga memalsukan tanda tangan Ketua Komite Sekolah untuk bisa menarik uang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah tersebut.

Sejumlah sumber Media REALITAS menyebutkan, dana BOS tahun 2025 dan 2026 sudah ditarik oleh oknum kepala sekolah SD Alue Kijing dengan nominal mencapai Rp1.40 juta lebih, dengan memalsukan tanda tangan pihak komite sekolah.

Pekerjaan tersebut diduga dilakukan secara tidak benar. Sejumlah pihak juga menyebutkan bahwa dana revitalisasi yang mencapai Rp1 miliar lebih diduga melibatkan banyak tanda tangan yang dipalsukan. Oleh karena itu, sejumlah pihak meminta Tim Tipikor Polres Aceh Timur memeriksa kepala sekolah SD Alue Kijing yang diduga telah memalsukan tanda tangan Ketua Komite Sekolah, sebagaimana disampaikan sejumlah sumber di ibu kota Kecamatan Peunaron pada Kamis siang, (15/10).

Dok/Media Realitas

Sejumlah pihak menyebutkan bahwa kepala sekolah berinisial S diduga melakukan pemalsuan terhadap dokumen dana BOS. Tidak hanya dokumen tersebut, sejumlah sumber juga menduga terdapat dokumen lain yang turut dipalsukan.

Selain itu, penempatan suami kepala sekolah, yang disebut bernama Pak Din, sebagai operator sekolah juga menjadi sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan penempatan tersebut karena dinilai berpotensi menyalahi prosedur yang berlaku di sekolah.

Wali murid SD tersebut juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur serta penyidik Polres Aceh Timur segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Mereka berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara serius agar tidak merugikan pihak komite sekolah maupun penggunaan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara benar.

Sejumlah pihak juga mendesak aparat penegak hukum dan Dinas Pendidikan untuk memeriksa penggunaan dana BOS serta dana revitalisasi sekolah guna memastikan pengelolaan anggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dok/Media Realitas

Sementara itu, Syarifah, Kepala SD Alue Kijing, yang dihubungi wartawan Media REALITAS melalui telepon genggam pada Kamis siang, 15 Oktober 2026, mengakui bahwa tanda tangan Ketua Komite Sekolah dipalsukan. Namun, ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sangat mendadak dan sebelumnya telah meminta izin kepada pihak Ketua Komite Sekolah.

“Benar dipalsukan, tapi sudah ada izin untuk dipalsukan,” ujar Syarifah. Pernyataan tersebut disampaikannya sebanyak dua kali melalui sambungan telepon saat memberikan keterangan kepada Media REALITAS. (H thallib)